ANALISIS RISIKO PADA PEKERJAAN NON RUTIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIRARC DAN RCA SERTA PEMILIHAN SOLUSI ALTERNATIF DENGAN METODE BCA DI PT. X

RISK ANALYSIS ON NON ROUTINE WORKS USING HIRARC AND RCA METHODS AND ALSO SELECTION OF ALTERNATIVE SOLUTIONS WITH BCA METHOD IN PT. X

Abdi Pranata (6511040003)


Abstrak

PT. X merupakan salah satu perusahaan pengolah minyak dan gas di Indonesia yang mengolah crude oil menjadi berbagai produk siap pakai, mempunyai kewajiban untuk menerapkan Sistem Management K3 (SMK3) dan melakukan risk assessment karena memiliki potensi bahaya tinggi baik dalam pekerjaan rutin maupun non rutin. Kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari telah memiliki Identification Risk Assessment (IRA), sedangkan pada kegiatan non rutin belum memiliki identifikasi risiko yang memadai untuk melakukan precaution terhadap bahaya yang ditimbulkan dari pekerjaan tersebut, sedangkan banyak sekali pekerjaan non rutin yang memiliki risiko tinggi. Dengan adanya bahan dan peralatan yang dapat menimbulkan potensi bahaya, serta kecelakaan yang pernah terjadi pada pekerjaan non rutin, maka perlu dilakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko dengan menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control), karena metode ini dapat mengidentifikasi bahaya pada setiap tahapan aktifitas kerja dan dapat merangking risiko dari setiap tahapan pekerjaan. Hasil dari penilaian risiko yang masuk dalam kategori high risk akan diprioritaskan untuk diberikan pengendalian lanjutan dengan metode Root Cause Analysis (RCA). Selanjutnya diberikan solusi alternatif dengan menggunakan metode Benefit Cost Analysis (BCA) yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan solusi alternatif yang diberikan secara ekonomi dan dapat dijadikan sebagai masukan untuk pihak manajemen dalam menekan biaya yang akan dikeluarkan dalam usaha mengendalikan tingkat risiko yang ditimbulkan dari pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, dan menilai level risiko pada pekerjaan non rutin, serta menentukan residual risk berdasarkan HIRARC. Lalu, menentukan akar masalah pokok pada pengendalian yang belum berjalan efektif dengan metode RCA, dan memberikan solusi alternatif pada risiko high risk dengan menggunakan metode BCA. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 4 pekerjaan non rutin dan dari pekerjaan-pekerjaan tersebut terdapat 45 risiko low risk, 17 risiko medium risk, dan 9 risiko yang berada pada level high risk berdasarkan pada Tabel HIRARC. Dari 9 risiko high risk masih terdapat 7 risiko yang memiliki residual risk, dan pengendalian lanjutan dilakukan dengan menggunakan RCA terhadap 2 risiko high risk. Solusi alternatif diberikan untuk kedua risiko tersebut dan didapatkan solusi yang lebih layak secara ekonomi. Kata kunci: Pekerjaan non rutin, HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control), Root Cause Analysis (RCA), Benefit Cost Analysis (BCA).


Abstract

PT. X is one of the oil and gas processing company in Indonesia which processes crude oil into various products, they have an obligation to implement SMK3 and perform risk assessment because it has a high risk potential both in routine and non-routine work. Routine activities are carried out every day have had Identification Risk Assessment (IRA), while the non-routine activities do not have adequate risk identification to perform precaution against dangers arising from such work, while many non-routine jobs that have a high risk. With the materials and equipment that can cause a potential hazard, as well as accidents that have occurred in non-routine work, it is necessary to make hazard identification and risk assessment using HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control), because this method can identify danger at every stage of the work activity and can rank the risks of each phase of the work. The results of risk assessment that fall into the category of high risk will be given priority to be given advanced control with Root Cause Analysis (RCA). Furthermore, given the alternative solution using Benefit Cost Analysis (BCA), which aims to determine the feasibility of alternative solutions given the economy and can be used as input for management to keep costs to be incurred in an attempt to control the level of risk arising from the work. This study aims to identify and assess the level of risk on non-routine work, as well as determining the residual risk based HIRARC. Then, determine the root issues that have not been subject to the effective control of the RCA method, and provide alternative solutions to the risk of high risk by using BCA method. The results showed that there are four non-routine work and of these jobs there are 45 risk low risk, 17 medium risk, and 9 high risk based on HIRARC table. From 9 high risk there are still have 7 risks that have residual risk, and advanced control is done by using the RCA to 2 high risk. An alternative solution is given to these risks and the obtained solution more economically feasible. Keywords: Non-routine work, HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control), Root Cause Analysis (RCA), Benefit Cost Analysis (BCA).


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Mirna Apriani
Dosen Pembimbing 2 : Dika Rahayu W.

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.