Analisa Keandalan dengan Metode RCM II dan Perhitungan Safety Integrity Level pada Motor Induk KT. BIMA 324

Reliability Analysis using RCM II Method and Calculation Safety Integrity Level in the Main Engine of KT. Bima 324

Dian Purnama Sari (6510040083)


Abstrak

Salah satu kapal tunda yang dimiliki PT. Pelindo Marine Service adalah KT. BIMA 324. KT. BIMA 324 memiliki penggerak konvensional (Z-peller) dimana baling-baling kapal dapat bergerak memutar 3600 sehingga efisien untuk menarik kapal lain di pelabuhan dan KT. BIMA 324 memiliki motor induk berkekuatan 1500 HP. KT BIMA 324 mempunyai waktu operasi yang cukup tinggi, namun pada kapal ini kurang diperhatikan mengenai masalah perawatan motor induk yang optimal dan terencana sehingga menyebabkan seringnya kegagalan pada komponen motor induk. Untuk meminimalkan kegagalan tersebut perlu dilakukan suatu perencanaan kegiatan maintenance. FTA (Fault Tree Analysis) digunakan untuk mengetahui penyebab dasar terjadinya kegagalan. Record kegagalan dan perbaikan komponen digunakan untuk mengetahui nilai TTF (Time To Failure) dan TTR (Time To Repair). Nilai TTF dan TTR kemudian dimasukkan kedalam software weibull version 6 untuk menentukan jenis distribusi yang sesuai. Penentuan kegiatan perawatan menggunakan metode RCM II untuk identifikasi failure mode, functional failure, failure cause, failure effect, consequence serta proposed task. Interval waktu maintenance yang telah ditentukan memperhatikan biaya maintenance (CM), biaya perbaikan (CR), MTTR serta parameter distribusi setiap komponen. Perhitungan nilai keandalan dilakukan untuk mengetahui berapa lama sebuah komponen sudah tidak handal. Untuk mengukur tingkat keselamatan sistem operasi maka dilakukan perhitungan safety integrity level (SIL) dengan pendekatan ketidakhandalan yaitu berdasarkan standar IEC 65180. Dari hasil penelitian diketahui bahwa komponen motor induk yang mengalami kegagalan sebanyak 18 komponen dengan bentuk kegagalan sebanyak 25. Dari 25 bentuk kegagalan komponen tersebut memiliki nilai keandalan, interval perawatan optimal, dan kegiatan perawatan yang berbeda-beda. Dari hasil analisa SIL terdapat 2 komponen keselamatan yang dianalisa yaitu safety valve memiliki tingkat SIL 4 dengan nilai PFD sebesar 7.98325x10-7 dan pneumatic actuator memiliki tingkat SIL 2 dengan nilai PFD sebesar 0.003516445.


Abstract

One of the tug boats that belong to PT. Pelindo Marine Service is KT. BIMA 324. KT. BIMA 324 has conventional mover (Z-peller) which is its airscrew can move in to 3600 that can move other ship from harbor efficiently and KT. BIMA 324 main engine has a power by 1500 HP. KT. BIMA 324 has high enough operation time but its lack of attention on optimal and premeditate maintenance from its main engine which is get failure component from its main engine frequently. Its need some planning of maintenance activities to minimize such failures. FTA (Fault Tree Analysis)can determine basic reasons why it can get failure. Failure record and component of maintenance used for determine TTF (Time To Failure) and TTR (Time To Repair) value. Then, value of each TTF and TTR inserted in to software weibull version 6 to decide what kind of distribution is appropriate. RCM II methods use to determinate of maintenance activities and identify from its failure mode, functional failure, failure cause, failure effect, consequence and proposed task. The time interval specified maintenance depends on its cost maintenance (CM), cost reparation (CR), MTTR and every component of its distribution parameter. Reliability value calculation is done to determine how long a component is no reliable. To measure the level of safety of the operating system, the calculation of safety integrity level (SIL) with unreliability approach is based on IEC 65180 standard. The survey results revealed that the failure main engine components have 18 components with 25 kind of failure mode. Each of that failure mode component has different value of reliability, optimal maintenance interval, and maintenance activities. There are 2 safety components that has analyzed with SIL, safety valve with level of SIL by 4 that has PFD value by 7.98325x10-7 and pneumatic actuator with level of SIL by 2 that has PFD value by 0.003516445.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Priyo Agus Setiawan
Dosen Pembimbing 2 : Rachmad Tri Soelistijono

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.