Analisis Human Error Probability dengan Metode THERP (Technique for Human Error Rate Prediction) 8 Slim (Success Likelihood Index Method) Pada Pekerjaan Gerinda di PT X

Analysis of Human Error Probability with THERP (Technique for Human Error Rate Prediction)

Dwi Mei Riya Ristanti (6510040060)


Abstrak

Pekerjaan gerinda memiliki tingkat kecelakaan tertinggi di PT. X sebesar 28 % dibandingkan dengan kecelakaan kerja lainnya. Semua kecelakaan kerja pada pekerjaan gerinda disebabkan oleh human error. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis human error pada pekerjaan gerinda dan memperhitungkan nilai HEP (Human Error Probability) agar dapat mengurangi dan mencegah terjadinya human error dengan memberikan rekomendasi yang efektif. Nilai HEP dianalisis dengan metode THERP (Technique for Human Error Rate Prediction) dan SLIM (Success Likelihood Index Method). Metode THERP mampu memprediksi besarnya nilai Human Error Probability (HEP) dengan pendekatan hubungan antara manusia dengan mesin yaitu HTA (Hierarachical Task Analysis) dan PSF (Performance Shaping Factor) sebagai analisa kualitatif sedangkan SLIM memperhitungkan nilai HEP dengan basic point PSF (Performance Shaping Factor) yang mempengaruhi terjadinya error pada task pekerjaan gerinda, dimana SLI semakin rendah maka nilai HEP akan semakin tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai HEP pada metode THERP lebih tinggi dibandingkan metode SLIM. Namun nilai tertinggi berdasarkan metode THERP dan SLIM ada pada task yang sama yaitu membaca instruksi kerja dimana metode THERP memiliki nilai HEP sebesar 0,001987, sedangkan metode SLIM sebesar 0,000300. Perbedaan yang ada pada kedua metode disebabkan oleh PSF dari metode THERP dan SLIM. Dalam memperhitungkan nilai HEP, pada metode THERP tidak mempertimbangkan PSF sedangkan pada metode SLIM mempertimbangkan PSF. Kuisioner pada metode THERP diperuntukkan bagi operator gerinda sedangkan metode SLIM menilai PSFs berdasarkan expert judgement yang terpilih sesuai metode SLIM. Rekomendasi yang dapat diberikan pada PT. X berdasarkan 3 nilai HEP tertinggi (task membaca instruksi kerja, pemakaian APD, memahami tujuan pekerjaan gerinda, dan mengecek kondisi kabel atau terkait listrik) yang dihasilkan dari kedua metode yaitu penyusunan task pekerjaan gerinda yang detail, peningkatan sosialisasi prosedur, manajemen APD, dan inspeksi lingkungan kerja sebelum maupun sesudah bekerja. Kata Kunci : Gerinda, Hierarachical Task Analysis (HTA), Human Error, PSF (Performance Shaping Factor), SLIM (Success Likelihood Index Method) dan THERP (Technique for Human Error Rate Prediction),


Abstract

- Grinding activity has the highest accident rate at PT. X, that?s 28 % than other accident by activity. All of accidents for grinding activity is caused by human error there. Therefore, the research is used for analyzing human error at grinding activity then calculating HEP value in order it can decrease and prevent the accident for grinding activity that?s caused by human error, it is also can give some effectively recommendations. The HEP value can be analyzed by THERP (Technique for Human Error Rate Prediction) and SLIM (Success Likelihood Index Method) method. THERP method can predict the HEP value with approaching the activity of human to machine, that?s called by HTA (Hierarchical Task Analysis) and also considering PSF (Performance Shaping Factor) as qualitative analyzing, in other hand SLIM method uses PSF that gives effect to happen the error in grinding activity as basic point to calculate HEP value. The SLI value of PSF which?s low, it means the HEP value is high. The result of research shows that HEP value with THERP method is higher than SLIM method. But the highest HEP value based THERP and SLIM method is shown by the same task, that?s reading work instruction, then the HEP value of THERP is 0,001987 and 0,000300 for SLIM. The difference between THERP and SLIM method is caused by PSF. THERP not to consider PSF while calculate the HEP value, but SLIM always sure to consider it. The questionnaire of THERP is answered by grinding operator, other hand SLIM needs expert judgement who have been chosen according to SLIM method to give assessment of PSF. Based on the third of highest HEP value from both of methods are like reading work instruction, using protection equipment, knowing the goal of grinding activity and inspection the condition of cable or electricity, so the recommendation can be done with arrange the specific task of grinding activity, increasing to socialize of procedure, management for protection equipment, and inspection is before and after grinding activity. Key Words : Grinding, Hierarchical Task Analysis (HTA), Human Error, PSF (Performance Shaping Factor), SLIM (Success Likelihood Index Method) and THERP (Technique for Human Error Rate Prediction),


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Rona Riantini
Dosen Pembimbing 2 : Agung Nugroho

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.