Analisis Beban Kerja Fisik Pekerja Helper Pada Saat Overhaul PLTU 1 Untuk Menentukan Waktu Istirahat Yang Optimal (Studi Kasus : PT. X)

Analysis Of Physic-Work Responsbility Of Helper Worker In Overhaul PLTU 1 For Determining The Optimal Breaking TIme

Kevin Luthfi Yanitra (6510040038)


Abstrak

ABSTRAK PT. X adalah salah satu unit pembangkitan yang bergerak dalam bidang usaha pelayanan pemeliharaan pembangkit tenaga listrik yang berkedudukan di kota Gresik, Jawa Timur, Indonesia. PT. X dengan skope pekerjaan adalah Overhaul dan Project atau Modifikasi. Salah satu jenis kegiatan Overhaul adalah Overhaul PLTU 1. Pada saat melakukan kegiatan Overhaul PT. X biasanya melibatkan pekerja helper. Setelah mengetahui waktu kerja yang over time maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisa beban kerja fisik yang di terima helper dan menentukan waktu istirahat yang optimal sesuai dengan beban kerja yang diterima. Pengukuran denyut jantung selama kerja merupakan suatu metode untuk menilai beban kerja fisik (kardiovaskuler). Pengukuran tersebut dapat dilakukan secara manual dengan stopwatch melalui metode 10 denyut. Untuk mengevaluasi terjadinya ketegangan fisiologis ditentukan berdasarkan angka indeks ketegangan fisiologis atau Physiological Strain Index (PSI). Indeks ketegangan fisiologis secara universal mempunyai skala 0 sampai 10. Physiological Strain Index (PSI) dapat dihitung dengan persamaan moran. Hasil perhitungan beban kardiovaskuler (%CVL) pada semua kelompok kerja (K3 5S, Mekanik,dan Kontrol Instrument) didapatkan hasil %CVL >30% sd. <60% yang artinya para pekerja helper mengalami beban kerja fisik sedangkan untuk pekerja helper bagian listrik didapatkan hasil CVL <30% yang artinya para pekerja helper tidak mengalami beban kerja fisik atau kelelahan. Lalu hasil perhitungan Physiological Strain Index pada masing-masing kelompok kerja menunjukan hasil sedang dan rendah yang artinya para pekerja helper mengalami ketegangan otot dalam range sedang dan rendah. Sedangkan dari perhitungan kebutuhan energi untuk setiap kelompok kerja didapatkan hasil Kkal/min <5 yaitu energi yang dikeluarkan kurang dari nilai standar energi yang dikeluarkan (pria = 5 kkal/min), maka (Rt=0) yang artinya waktu istirahat yang saat ini tersedia sudah cukup memadai. Dan juga sudah sesuai dengan peraturan yang berlalu sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 79 UU 13/2003. Kata Kunci : Beban kerja fisik, Konsumsi energi, Metode 10 denyut, Physiological Strain Index, Waktu istirahat,


Abstract

ABSTRACT PT. X is one of the generation units that are engaged in power plant maintenance services based in Gresik, East Java, Indonesia. PT. X with the scope of work is or Overhaul and Modification Project. One type of activity is Overhaul Overhaul plant 1 At the time of conducting Overhaul PT. X usually involves the worker helper. After knowing the working time over time, this study aims to analyze the physical workload in the received helper and determine optimal rest periods in accordance with acceptable workload. Measurement of heart rate during work is a method for assessing physical workload (cardiovascular). Measurements can be done manually with a stopwatch through 10 pulse method. To evaluate the physiological strain index is determined based on a number of physiological strain or Physiological Strain Index (PSI). Universal physiological strain index has a scale of 0 to 10 Physiological Strain Index (PSI) can be calculated by the equation moran. The result of the calculation burden of cardiovascular (% CVL) in all groups (K3 5S, Mechanics, and Control Instruments)% CVL showed> 30% sd. <60%, which means the workers experienced physical workload helpers while helpers for the electrical workers CVL showed <30% which means that the workers are not experienced helpers physical workload or fatigue. Then the results of the calculation of Physiological Strain Index for each working group results showed medium and low, which means helper workers experiencing muscle tension in medium and low range. While the calculation of the energy requirements for each working group showed Kcal / min <5 the energy expended is less than the standard value of the energy expended (male = 5 kcal / min), then (Rt = 0), which means that the current breaks available is sufficient. And also already passed in accordance with the regulations as set forth in Article 79 of Law 13/2003.Keywords: 10 pulse method, break time, energy consumption, Physical work load, Physiological Strain Index Keywords: physical workload, energy consumption, 10 pulse method, Physiological Strain Index, break time,


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Rina Sandora
Dosen Pembimbing 2 : Galih Anindita

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.