Fire Prevention pada Indoor Coal Storage PT Petrokimia Gresik

Fire Prevention in Indoor Coal Storage of PT Petrokimia Gresik

Dewi Amalia Rosany (6510040033)


Abstrak

PT Petrokimia Gresik adalah Perusahaan produsen produk-produk pupuk dan produk non pupuk terbesar yang memiliki luas area ?450 Ha dengan rencana perluasan lahan (reklamasi) seluas ?150 Ha. Memiliki 21 plant yang terbagi ke dalam tiga pabrik, serta memproduksi banyak produk pupuk dan bahan kimia. Maka dari itu selain masukan power dari PLN dan GTG (Gas Turbine Generator) Perusahaan menggunakan batubara sebagai salah satu sumber energi penunjang seluruh aktivitas produksinya. Batubara di PT Petrokimia Gresik disimpan dalam Indoor dan Outdoor Coal Storage, dengan kapasitas 40000 Ton dan 25000 Ton. Berdasarkan data dan hasil wawancara, intensitas kebakaran gudang ini sangat tinggi yang diakibatkan oleh manajemen pengelolaan gudang batubara yang kurang baik. Untuk mengatasi hal tersebut, upaya kuratif bukan lagi menjadi jalan terbaik. Fire Prevention pada Indoor Coal Storage, diharapkan mampu menekan angka terjadinya kebakaran. Pertama, mengevaluasi pedoman pelaksanaan teknis di Perusahaan dengan menemukan gap melalui pembandingan dengan prosedur yang diharapkan. Kedua, memetakkan timbunan batubara dengan mengaplikasikan sekat di masing-masing timbunan yang sebelumnya tidak diterapkan. Penataan timbunan dilakukan dengan membagi timbunan dalam beberapa model. Ketiga, dengan penerapan jalur alat berat yang diawali dengan pengamatan dimensi alat berat, kemudian melakukan perhitungan dan mendapatkan lebar jalan. Keempat, mengkombinasikan model penataan batubara dengan model penataan jalur alat berat, sehingga menghasilkan beberapa alternatif skenario berbeda. Pemilihan skenario terbaik dari alternatif-alternatif skenario tersebut menggunakan metode Benefit Cost Analysis (BCA). Sebagai pelengkap, direkomendasikan penempatan Alat Pemadam Api Ringan berdasarkan National Fire Protection Association (NFPA) 10 Edisi 2002 pada titik tertentu gudang tersebut. Penataan timbunan melalui dua macam model, yakni dua lajur dengan tiga timbunan di masing-masing lajur, dan sebaliknya. Penerapan jalur alat berat selebar 6 meter diaplikasikan melalui tiga macam model, yakni penerapan jalur tengah timbunan selebar 6 meter, jalur tengah timbunan dan sekeliling timbunan selebar 6 meter, serta jalur tengah timbunan selebar 6 meter dan jalur tepi timbunan selebar 1 meter. Didapatkan tujuh alternatif skenario dengan skenario 4 sebagai yang terbaik melaui analisa BCA. Serta dilengkapi APAR dengan Rating 4A jenis Multipurpose/ABC dry chemical (ammonium phosphate). Kata kunci : Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Analisa Gap, Batubara, Benefit Cost Analysis (BCA), Coal Storage, Jalur Alat Berat, National Fire Protection Association (NFPA) 10, Penataan Timbunan, Stockpile Management


Abstract

PT Petrokimia Gresik is a manufacturer of fertilizer products and non fertilizer products which has the largest area of ? 450 Ha and expansion plans (reclamation) of ? 150 Ha. Has 21 plants were divided into three factories, as well as producing many products and chemical fertilizers. Therefore in addition to the input power of the PLN and GTG (Gas Turbine Generator) The Company uses coal as a source of energy to support the entire production activities. Coal in PT Petrokimia Gresik stored in Indoor and Outdoor Storage Coal, with a capacity of 40000 tons and 25000 tons. Based on the data and the results of the interview, the intensity of warehouse fire is very high, caused by the management of the coal warehouse is bad. To overcome this, curative measures are no longer the best way. Fire Prevention in Coal Indoor Storage, is expected to reduce the number of fires. First, evaluate the technical implementation guide to find a gap in the company through a comparison with the expected procedure. Second, blocking the coal by applying coal pile bulkhead in each pile were previously not applied. The second means by dividing the pile in some models. Third, the application of excavator lines that begins with the observation of excavator dimensions, and then do the calculations and get the width of the road. Fourth, the model arrangement combines coal with structuring models of excavator lines, resulting in several different scenarios. The selection of the best scenario of the scenario alternatives using Benefit Cost Analysis (BCA). As a complement, the recommended placement of Fire extinguisher by the National Fire Protection Association (NFPA) 10 2002 edition of the warehouse. Structuring the heap is by two lines and each line consist of three pile, and the other model is three lines and each line consist of two pile. Application of excavator lines 6 meters wide was applied through three kinds of models, namely the application of heap middle lane 6 meters wide, the middle lane pile and pile around 6 meters wide, and the middle lane 6 meters wide embankment and embankment edge path 1 meter wide. Obtained sevent alternative scenarios with fouth scenario as the best through the BCA analysis. And equipped with a fire extinguisher Rating 4A type Multipurpose / ABC dry chemical (ammonium phosphate) Key words: Benefit Cost Analysis (BCA), Coal, Coal Storage, Fire extinguisher (APAR), Gap Analysis, National Fire Protection Association (NFPA) 10, Stockpile Management, Structuring Dumps, Track Equipment


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Priyo Agus Setiawan
Dosen Pembimbing 2 : Lukman Handoko

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.