Evaluasi Perbaikan Postur Kerja Pada Pekerjaan Las Dan Gerinda Pada Bengkel Kerja dan Proyek Banuwati-K. Studi Kasus Divisi General Engineering PT. PAL INDONESIA (Persero)

EVALUATION OF WORKING POSTURE IMPROVEMENTS IN WELDING AND GRINDING, IN WORKSHOP AND BANUWATI-K PROJECT (Case Study : Division General Engineering, PT PAL INDONESIA (PERSERO))

Nashrullah Al Mubarak (6510040012)


Abstrak

Industri manufaktur dituntut untuk meningkatkan produktivitas sumber daya manuasianya agar dapat bersaing untuk kelangsungan perusahaan, dimana dalam upaya peningkatan produktivitas sumber daya manusia tentunya tidak luput dari peningkatan hubungan antara manusia dan mesin atau peralatan kerja. Hubungan antara manusia dan mesin haruslah sesuai dengan kaidah ergonomi. Kenyataannya masih ditemukan banyak posisi kerja yang tidak ergonomis pada pekerjaan las maupun gerinda, proyek Banowati-K dan bengkel kerja Divisi Rekayasa Umum PT. PAL INDONESIA (Persero). Penelitian ini menggunakan pengukuran dan penilaian ergonomi dengan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) dan REBA (Rapid Entire Body Assessment). Metode RULA dan REBA digunakan untuk mengukur postur tubuh pada pekerja las dan gerinda yang berada di proyek Banowati-K maupun pada bengkel kerja Divisi General Engineering, dimana dari hasil skoring RULA REBA dengan software ergointellegence akan digunakan untuk menentukan perbaikan terhadap postur kerja para pekerja. Adapun dari hasil pengukuran metode RULA dan REBA menunjukkan bahwa terdapat 6 posisi kerja yang memiliki tingkat resiko yang paling tinggi yaitu G-1, L-1, L-2, L-4, L-5 dan L-6. Dengan hasil skoring RULA 7 dan hasil level resiko REBA 2 atau medium. Setelah hasil skoring RULA REBA diketahui maka perlu dilakukan perbaikan posisi kerja dengan pembuatan suatu desain alat bantu kerja berupa kursi las ergonomic dan redesain terhadap pegangan penjepit elektroda. Kata Kunci : Ergonomi, Penilaian Ergonomi, RULA, REBA, Software Ergointellegance


Abstract

Manufacturing industry demanded to improve its human resources productivity in order that it can competes for company survival, in which within the effort of human resources productivity improvement, of course it does not escaped from the improvement of relationship between man and machine or work equipment. Relationship between man and machine should be consistent with the ergonomic principle. The facts, there are still found many job positions which not ergonomic both in welding and grinding works, the Banowati-K project and the General Engineering Division workshop of PT. PAL INDONESIA (Persero). This research used the ergonomic measurement and assessment with the RULA (Rapid Upper Limb Assessment) and the REBA (Rapid Entire Body Assessment) methods. The RULA and REBA methods were used to measure body posture on the welding and grinding workers both in the Banowati-K project and the General Engineering Division workshop, in which from the scoring results of RULA REBA by the ergointellegence software it shall be used for determining the improvement on the work posture of workers. While, from the measuring result of RULA and REBA methods showed that there were 6 work positions having the highest risk level, namely, G-1, L-1, L-2, L-4, L-5 and L-6. With the scoring result of RULA was 7 and the risk level of REBA was 2 or medium. After the scoring result of RULA REBA have been known thus it needed made the improvement of work position by the making of a work auxiliary design in the form of ergonomic weld chair and the redesign to the electrode clip handle. Key Words: Ergonomy, Ergonomic Assessment, RULA, REBA, Ergointellegence Software


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Arief Subekti
Dosen Pembimbing 2 : Indri Santiasih

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.