PERENCANAAN PERBAIKAN KEGIATAN PREVENTIVE MAINTENANCE PROGRAM (PMP) PADA PG. XYZ DENGAN MENGGUNAKAN TAHAPAN DMAIC DAN KONSEP KAIZEN

Improvement planning of preventive maintenance program (PMP) in sugar mill XYZ using DMAIC phases and the concept of kaizen

Ida Puspita Sari (6510040011)


Abstrak

Pabrik Gula XYZ merupakan salah satu industri gula terbesar yang terletak di Jawa Timur. Dalam menghasilkan produk gula, PG. XYZ menggunakan sistem produksi continuous production. Untuk mendukung kelancaran dalam mencapai target produksi yang diinginkan dan mengurangi tingkat kerusakan yang bersifat darurat, PG. XYZ menerapkan sistem pemeliharaan berupa kegiatan Preventive Maintenance Program (PMP), yaitu kegiatan pemeliharaan yang dijadwalkan setiap hari selama masa giling. Namun dalam penerapannya, PG. XYZ sering kali tidak dilakukan berdasarkan perencanaaan sehingga dapat merugikan pabrik itu sendiri. Oleh karena itu performa dari kegiatan PMP perlu dievaluasi dan ditingkatkan. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah menggunakan tahapan Define-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC) yang merupakan tahapan-tahapan perbaikan dalam metode six sigma serta mengupayakan perbaikan berkesinambungan menggunakan konsep Kaizen dengan berpedoman pada siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA). Berdasarkan hasil analisis awal, performa kegiatan PMP pada PG.XYZ berada pada level 1,573 sigma, dimana nilai ini masih jauh dari target yaitu 6 sigma. Terdapat 2 (dua) jenis cacat pada kegiatan PMP ini, yaitu kegiatan PMP yang tidak dilakukan berdasarkan jadwal (tidak dilakukan setiap hari) dan tidak dapat terdeteksinya suatu kerusakan sejak dini (awal). Setelah melakukan tahapan DMAIC, diketahui penyebab-penyebab yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan performa kegiatan PMP pada PG. XYZ. Untuk jenis cacat kegiatan PMP yang tidak dilakukan berdasarkan jadwal (tidak dilakukan setiap hari) penyebab yang mempunyai Risk Priority Number (RPN) paling tinggi adalah pabrik lebih mengutamakan produksi. Sedangkan untuk jenis cacat tidak dapat terdeteksinya suatu kerusakan sejak dini (awal), nilai RPN tertinggi adalah alat ukur yang tidak terkalibrasi. Selain berdasarkan pada RPN tertinggi, upaya perbaikan menggunakan konsep Kaizen dengan berpedoman pada siklus PDCA yang telah dilakukan pada PG. XYZ adalah mengatur ulang jadwal antara pencapaian target produksi dengan kegiatan maintenance, membuat prosedur kerja kegiatan maintenance, form untuk melakukan kegiatan PMP telah didistribusikan kepada pekerja, memberikan pelindung mesin yang permanen, alat ukur telah disediakan lebih dari satu dan APD yang diperlukan oleh pekerja juga telah disediakan. Sedangkan kegiatan perencanaan perbaikan yang belum terealisasi adalah pembentukan bagian khusus maintenance, pengkalibrasian alat ukur secara berkala, kegiatan training bagi pekerja yang melakukan kegiatan maintenance dan analisis keandalan mesin. Kata kunci: DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control), Konsep Kaizen, PDCA (Plan-Do-Check-Action), PMP (Prevntive Maintenance Program), RPN (Risk Priority Number), Six Sigma


Abstract

Sugar Mill XYZ is one of largest sugar industries located in East Java. In producing sugar products, PG. XYZ uses the continuous production system. To support the fluency in reaching production target desired and to reduce the damage level that has emergency in quality, PG. XYZ applied a maintenance system in the form of Preventive Maintenance Program (PMP) activity, that is a maintenance activity scheduled in everyday during the milling period. But, in its application, frequently, PG. XYZ did not do that based on planning so that it inflicted the financial loss of the plant itself. Therefore, the performance of PMP activity needs to evaluate and improve. One of methods can be used is using the Define-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC) stages constituting the improvement stages in the six sigma method and strive for the continuous improvement using Kaizen concept by using manual on the Plan-Do-Check-Action (PDCA) cycle. Based on the initial analysis result, the PMP activity performance in PG. XYZ was in level 1.573 sigma, in which this value was still far from the target namely 6 sigma. There were 2 (two) defect types in this PMP activity, namely, the PMP activity did not done based on schedule (did not done in everyday) and could not detected a damages since early (in the beginning). After did DMAIC stages, there were known the causes need to repair to improve the PMP activity performance in PG. XYZ. For the PMP activity defect type which did not done based on schedule (did not done in everyday) the cause with the highest Risk Priority Number (RPN) was that the plant more prioritized production. Whereas for the type of defect could not detected a damages since early (in the beginning), the highest RPN is not calibrated measuring instrument. While, based on the highest RPN, the repair effort used Kaizen concept by using manual on PDCA cycle have been done in PG. XYZ was by rearrange the schedule between production target achievement and maintenance activity, making the work procedure of maintenance activity, the forms for doing PMP activity have been distributed to the workers, providing the permanent machine guard, the measuring tool have been supplied more than one and the APDs needed by workers were also supplied. While, the repair planning activities has not been realized were the formation of maintenance special division, the measuring tool calibration periodically, the training activity for the workers who make the maintenance activity and machine reliability analysis. Key words: DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control), Concept of Kaizen, PDCA (Plan-Do-Check-Action), PMP (Preventive Maintenance Program), RPN (Risk Priority Number), Six Sigma


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Wiediartini
Dosen Pembimbing 2 : Rina Sandora

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.