Hazard Identification Risk Assesment And Risk Control (HIRARC) dan Fault Tree Analysis (FTA) pada pekerjaan Hot tapping procces di PT. X

HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) AND FAULT TREE ANALYSIS (FTA) ON THE HOT TAPPING PROCESS WORK AT PT. X

Riski Wulan Sari (6510040002)


Abstrak

PT . X merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang distribusi atau penyaluran gas alam sebagai bahan bakar, baik untuk konsumen industri, komersil maupun rumah tangga. Dalam penyambungan pipa baru PT. X menggunakan metode Hot Tapping Procces. PT. X sebenarnya telah melakukan identifikasi dan penilaian risiko dengan Hazard Identification Risk AssessmentAnd Risk Control (HIRARC) pada pekerjaan Hot Tapping Procces, namun dalam identifikasi tersebut masih ada kekurangan atau beberapa tahapan kerja yang belum teridentifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk AssessmentAnd Risk Control (HIRARC) dan Fault Tree Analysis (FTA). HIRARC bertujuan untuk mengidentifikasi semua faktor yang membahayakan pekerja, kemudian dilakukan penilaian risiko berdasarkan tingkat keparahannya, serta melakukan pengendalian sehingga dapat dipastikan risiko berhasil di kendalikan. Sedangkan FTA metode deduktif untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya bahaya dengan pendekatan bersifat top-down, dengan memulai analisis dari kejadian yang tidak diinginkan. Hasil identifikasi menggunakan HIRARC pada penelitian ini terdapat 121 potensi bahaya pada seluruh tahap kegiatan Hot Tapping Procces. Dan terdapat 14 tahap kegiatan pekerjaan yang mempunyai tingkat risiko bahaya tinggi dan Ekstrim. Dari 14 tahap kegiatan tersebut terdapat 4 risiko ekstrim dan 17 risiko tinggi. Akar penyebab masalah pada tahap kegiatan pekerjaan yang menghasilkan nilai tinggi dan ekstrim berdasarkan FTA antara lain tempat kerja terbatas, tidak adanya alat pengaman, tidak adanya instruksi kerja mesin gerinda, kurangnya pemeriksaan peralatan setiap akan memulai pekerjaan, belum adanya peraturan yang mewajibkan pekerja untuk memakai APD, dan house keeping yang tidak teratur. Rekomendasi yang diberikan antara lain: menyediakan papan, menyediakan pompa dan blower, menyediakan tenda semi permanen, membuat instruksi kerja mesin gerinda, membuat peraturan yang mewajibkan untuk memakai APD, pemeriksaan peralatan secara rutin, penataan house keeping, peningkatan anggaran terkait K3. Kata kunci : FTA, HIRARC, Identifikasi bahaya, Penilaian risiko


Abstract

PT. X is one of Stated-Owned Corporation companies active in the distribution or supplying area of natural gas as fuel, both for industrial, commercial and household consumers. Within the connecting of new pipes PT. X use the Hot Tapping Process method. In fact, PT. X has made risk identification and assessment by the Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) on the Hot Tapping Process work, but in the identification there were still shortcomings or several work stages have not been identified. This research was conducted by using the Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) and the Fault Tree Analysis (FTA). HIRARC has the purpose to identify all factors harm to workers, then made the risk assessment based on their seriousness degree, and make control so that it can be ascertained that the risk successfully controlled. While, the deductive method FTA was for identifying the cause of hazard occurrence by top-down approach, by starting the analysis of unwanted incidents. The result of identification by using the HIRARC in this research indicated that there were 121 hazard potentials in the whole stages of Hot Tapping Process activity. And, there were 14 stages of work activity with the high and extreme hazard risks. Out of the 14 activity stages there were 4 extreme risks and 17 high risks. The problem cause root in the work activity stages resulting in the high and extreme values based on FTA were, among others, the limited size of work place, the absence of safety equipments, the absence of grinding machine work instruction, the less of equipment inspection each time they were going to start the work, unavailability of regulation obliging to wear APD, and the irregular housekeeping. Recommendations provided, among other: provide boards, provide pumps and blowers, provide semi permanent tents, make grinding machine work instruction, arrange regulation obliging to wear APD, routinely equipment inspection, housekeeping management, budget increase related to K3. Key Words: FTA, HIRARC, Hazard identification, Risk assessment


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Mirna Apriani
Dosen Pembimbing 2 : Lukman Handoko

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.