ANALISIS RESIKO PADA ELECTRIC ARC FURNACE DI PT.X MELALUI PENDEKATAN RISK MANAGEMENT BERDASARKAN AS/NZS 4360:2004 (AUSTRALIA STANDARDS/NEW ZEALAND STANDARDS)

RISK ANALYSIS FOR ELECTRIC ARC FURNACE IN PT.X USING RISK MANAGEMENT APPROACH BASED ON AS/NZS 4360:2004 (AUSTRALIA STANDARDS/NEW ZEALAND STANDARDS)

Rokhmad Fadil (6509040062)


Abstrak

ABSTRAK PT.X merupakan perusahaan yang bergerak di bidangmanufacturing yaitu perusahaan peleburan baja. Bahan baku utama yang diolah dalam peleburan yang berbahan dasar besi-besi tua (scrap) dan beberapa bahan campuran tambahan lainnya.Proses peleburan ini menggunakan alat EAF (Electrical Arc Furnace) PT.Xmemiliki kapasitas maksimum 80tonmenggunakan 3 elektroda bertenaga listrik dengan kekuatan 80 KVA. Satu kali proses produksi dari mulai awal peleburan sampai berbentuk cairan logam (melting) kemudian proses tapping atau penuangan ke proses selanjutnya dibutuhkan pemanasan selama hampir 1 jam, yakni 55 menit dengan suhu sekitar 1600 oC. Penelitian ini menggunakan metode Risk Management dalam melakukan identifikasi dan evaluasi resiko kegagalan. Penyebab dan dampak kegagalan sistem dianalisa menggunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Risk Management menggunakan parameter kemungkinan (Likelihood) dan konsekuensi (Consequences) untuk memperoleh nilai resiko. Nilai Likelihood adalah frekuensi kerusakan per tahun yang dicari dengan membagi waktu equipment beroperasi selama setahun dengan nilai MTTF (Mean Time To Failure). Nilai Consequence adalah biaya dari resiko kegagalan untuk setiap equipment yang diperoleh dari biaya penggantian spare part (CF), upah mainteneer, konsekuensi operasional (CO) dan kerugian berdasarkan waktu. Kerugian berdasarkan waktu dicari berdasarkan perhitungan MTTR (Mean Time To Repair). Nilai resiko diperoleh dari kombinasi nilai Likelihood dan Consequences. Setelah itu nilai resiko tersebut diprioritaskan untuk mengetahui equipment yang mempunyai nilai resiko tertinggi. Dari resiko tertinggi inilah yang menjadi prioritas resiko dan bentuk mekanisme kegagalannya dianalisa menggunakan FTA (Fault Tree Anaysis). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa peralatan yang memiliki resiko paling tinggi adalah Kerusakanshell(dindng furnace) dengan nilai resiko sebesar Rp. 63.039.055.181,40 per tahun. Dengan diketahuinya prioritas resiko diharapkan perusahaan memfokuskan pada equipment atau peralatan yang memiliki nilai resiko yang paling tinggi. Kata Kunci :Resiko, Manajemen Resiko, FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), Likelihood dan Consequence, FTA (Fault Tree Anaysis).


Abstract

ABSTRACT PT X is a company engaged in the field of manufacturing that is melting steel company. Main raw material which is process in melting step from scrap and adding some ingredient mix. Melting process used Electrical Arc Furnace Machine. PT.X has 80 ton maximum capacity which used 3 electric electrode with 80 KVA power. One step of production from starting melt until melting steel form and then tapping process or pouring to the next step need 1 hours, exactly 55 minutes within 1600oC temperature. This study used Risk Management to do the identification and evaluation failure risk. Cause and effect system failure analyzed by using FMEA (Failure Mode and Effect Analysis).Risk Management using Likelihood and consequences parameter to estimated risk value. Likelihood value is failure frequency per year that found by dividing time operation equipment in a year with MTTF (Mean Time To Failure) value. Consequences value is a cost from failure risk to each equipment that got by cost of changing spare part (CF), mainteneer fee, operational consequences (CO) and financial lost by time. Financial lost by time estimated refers to calculating MTTR (Mean Time To Repair). Risk value known by combination of likelihood and consequences. Then risk value, be a priority to knowing equipment which has the highest risk value. The highest risk be a risk priority and failure mechanism form analyzed by FTA (Fault Tree Analysis) Based on this study known that equipment which has the highest risk is failure shell (furnace wall) with the risk value within Rp. 63.039.055.181,40 per year. From estimated risk priority, the company expected to focus on equipment that has highest risk value. Keyword : Risk, Risk Management, FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), Likelihood and Consequences, FTA (Fault Tree Analysis)


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Anda Iviana Juniani
Dosen Pembimbing 2 : George Endri K

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2009


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.