PERENCANAAN AWAL TPS TERPADU (MATERIAL RECOVERY FACILITY) DI POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

PRELIMINARY DESIGN OF MATERIAL RECOVERY FACILITY AT SHIPBUILDING INSTITUTE OF POLYTECHNIC SURABAYA

Rizki Gusti (6509040060)


Abstrak

ABSTRAK Proyeksi pertambahan civitas akademik di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dari tahun 2013 hingga tahun 2018 akan meningkat dari 2103 menjadi 4250 orang. Hal ini akan mengakibatkan meningkatnya jumlah timbulan sampah. Timbulan sampah yang semakin meningkat membutuhkan pengelolaan sampah yang semakin baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan fasilitas pengelolaan sampah atau Material Recovery Facility (MRF). Penentuan karakteristik, komposisi, dan berat sampah dilakukan dengan menggunakan wadah plastik dan penimbangan selama 8 hari mengacu pada SNI 3242-2008 dan SNI 19-2454-2002. Perencanaan komponen MRF dibuat berdasarkan perhitungan karakteristik, komposisi dan berat sampah. Standar Operasional Prosedur (SOP) dibuat berdasarkan struktur organisasi dan kegiatan operasional yang ada dalam MRF. Perhitungan kebutuhan SDM pengelola MRF berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : KEP/75/M.PAN/7/2004. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama 8 hari berat sampah organik di PPNS adalah 219,23 kg sedangkan untuk berat sampah anorganiknya adalah sebesar 108,75 kg. Perhitungan kebutuhan luas komponen MRF menggunakan proyeksi perencanaan untuk lima tahun ke depan. Berdasarkan hasil perencanaan didapat bahwa luas komponen MRF yang dibutuhkan adalah 139,8 m2. Standar Operasional Prosedur MRF meliputi pengangkutan sampah ke MRF, pemilahan sampah kering dan basah, penyimpanan barang sortir, penampungan sampah organik, proses komposting dan penyimpanan produk kompos. Kebutuhan SDM pengelola MRF berjumlah 3 orang. Kata Kunci : Timbulan Sampah, MRF, SOP


Abstract

ABSTRACT The increasing number of Shipbuilding State Polytechnic Surabaya's academic civity from 2013 to 2018 reach 2103 person to 4250 person. It will cause the increasing number of waste. Increasing waste will need a better waste management. One of the effort that possible to maintain the waste is planning the waste management facility or material recovery facility (MRF). The determintaion of characteristic, composition, and waste weight was doing by using plastic and weighing for 8 days refer to SNI 03-3242-2008 and SNI 19-2454-2002. Standard Operational Procedure (SOP) was made by the organizational structure and operational activity on MRF. The needs calculation of MRF?s human resource based on Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : KEP/75/M.PAN/7/2004. This research conclude that organic waste on PPNS were 219,23 kg meanwhile the anorganic waste were 108,75 kg. The calculation of MRF component area was using 5 years future expectation. Based on the planning result, MRF component area was predicted 139,8 m2. MRF Standard Operational Procedure consist of lifting waste to MRF, sorting wet and dry waste, saving the sorted waste, storage of organic waste, composting process, and compost product's storage.The amount of human resource to manage MRF is 3 person. Keywords : Solid Waste, MRF, SOP


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Rachmad Tri Soelistijono
Dosen Pembimbing 2 : Denny Dermawan

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2009


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.