DESAIN ENCLOSURE PADA BLOWER INHAUST DI MESIN BIG FURNACE (PT.BARINDU ANGGUN INDUSTRY)

ENCLOSURE DESIGN OF INHAUST BLOWER AT BIG FURNACE MACHINE (PT. BARINDO ANGGUN INDUSTRY)

Mahin Darti Rahma Sinta (6509040054)


Abstrak

Proses element assembly komponen boiler dilakukan di area cor, dan berdekatan dengan area kern terdapat mesin big furnace pada blower inhaust dengan tingkat kebisingan tinggi mencapai 102,35 dB. Berdasarkan keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-51 Men/1999 pasal 3b ayat 1 menyebutkan bahwa NAB kebisingan ditetapkan sebesar 85 desi Bell A (dBA). Karena itu dibutuhkan pengendalian kebisingan agar kebisingan dibawah Nilai Ambang Batas (NAB). Pada penelitian ini, pengukuran kebisingan dilakukan dengan menggunakan sound level meter. Setelah diperoleh data kebisingan, kemudian dilakukan pembuatan peta kebisingan menggunakan program Surfer 8 untuk mengetahui pola penyebaran kebisingan pada daerah tertentu. Selanjutnya dilakukan perhitungan kebisingan kombinasi supaya dapat mengetahui noise reduction (NR) tertinggi yang akan dijadikan patokan dalam perhitungan. Pengendalian kebisingan dilakukan dengan desain enclosure blower inhaust pada blower inhaust. Desain dilakukan sebagai upaya pengendalian kebisingan dengan enclosure dimensi tinggi 2 meter menggunakan material batu-bata (brick) dengan ketebalan 12 cm. Pengendalian kebisingan dengan desain enclosure blower inhaust tersebut mampu mereduksi kebisingan sebesar 47,256 dB. Kata kunci: Kebisingan, enclosure,sound level meter, NAB


Abstract

Element assembly process is done in the area of boiler components cast, and the area adjacent to the nucleus are big machines on the furnace blower inhaust with high noise level reached 102,35 dB. Based on the decision of the Minister of ManpowerNo.Kep-51 Men/1999 Article 3b paragraph 1 states that NAB noise set at 85 desi Bell A (dBA). Because it is needed to keep the noise under control noise threshold limit value (TLV). In this study, the measurement noise is performed by using a sound level meter. Having obtained the data noise, then the noise mapping is done using Surfer 8 program to determine the pattern of spread of noise in certain areas. Noise calculation is then performed in order to determine the combination of noise reduction (NR) to be used as a benchmark the highest in the calculation. Noise control is done with blower enclosure design inhaust on inhaust blower. The design is done in an effort to control noise enclosure height dimensions of 2 meters using brick material (brick) with a thickness of 12 cm. Noise control with the inhaust blower enclosure design can reduce noise by 47,257 dB. Keywords: Noise, enclosure, sound level meter, NAB


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Galih Anindita
Dosen Pembimbing 2 : Binti Mualifatul R

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2009


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.