PERFORMA CYCLONE TURBINE VENTILATOR DITINJAU DARI JARAK PENEMPATAN TERHADAP PENGARUH IKLIM KERJA

EXPERIMENTAL STUDY OF CYCLONE TURBINE VENTILATOR EFFECT BASED ON DISTANCE BETWEEN PLACEMENT TO AIR FLOW RATE AND WORK CLIMATE

Rahman Septoaji (6509040051)


Abstrak

ABSTRAK Cyclone turbine ventilator merupakan alat yang dapat berfungsi sebagai penghisap udara panas, debu serta dapat sebagai sirkulasi udara. Cyclone turbine ventilator bekerja berputar dikarenakan terkena hembusan angin serta diakibatkan adanya perbedaan tekanan didalam dan diluar ruangan. Beberapa upaya telah dilakukan dalam pengeloalaan dan pengondisian udara ruangan agar tetap segar (nyaman), seperti pemasangan ventilasi buatan maupun ventilasi mekanik. Namun dengan menggunakan ventisasi mekanik seperti exhaust fan maupun air conditioner (AC) masih memanfaatkan sumber energi listrik sebagai tenaga penggerak. Untuk menghemat penggunaan energi listrik maka pemanfaatan ventilasi mekanik yang mneggunakan energi angin sebagai tenaga penggerak alternatif yaitu cyclone turbine ventilator Penelitian dilakukan dengan variasi jarak penempatan cyclone turbine ventilator dengan jarak 1 m, 1,5 m dan 2 m dengan diameter yang sama yaitu 60 cm. Mendekatkan dan menjauhkan antar cyclone turbine ventilator yang diduga membuat aliran udara vortek, sehingga apabila jarak cyclone turbine ventilator didekatkan diduga jumlah debit yang dihasilkan kecil. Apabila jarak cyclone turbine ventilator di jauhkan jumlah debit yang dihasilkan diduga semakin besar. Angin dihembuskan menggunakan blower dengan variasi kecepatan 3m/s, 5m/s, 7m/s, 9m/s, 11m/s dan 13m/s sesuai kecepatan angin di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan dengan jarak1 m dengan kecepatan angin 13 m/s menghasilkan tekanan stagnasi sebesar 2,85 Pa, tekanan statis sebesar 2,141 Pa, kecepatan udara rata ? rata sebesar 0,62 m/s, dan debit sebesar 0,055 m3/s yang mana pada jarak 1 m tekanan stagnasi, tekanan statis, kecepatan udara rata ? rata dan debit yang dihasilkan paling optimal. Serta pada jarak tersebut, pada plenum menghasilkan nilai tekanan stagnasi -2,595 Pa, dan nilai statis sebesar -2,076 Pa. Semakin jauh jarak antar turbin ventilator maka Indeks Suhu Bola Basa (ISBB) yang dihasilkan semakin tinggi, dan semakin berdekatan jarak antar antar turbin ventilator maka Indeks Suhu Bola Basa (ISBB) semakin rendah. Kata kunci : Cyclone turbine ventilator,exhaust fan, vortek, Indeks Suhu Bola Basa


Abstract

ABSTRACT Cyclone turbine ventilator is a device that can function as sucking hot air, dust, and can be air circulation. Cyclone rotating turbine ventilators work affected due to the availability of wind and resulting pressure difference inside and outside the space. Several attempts have been made in pengondisian pengeloalaan and air space in order to stay fresh (comfortable), such as the installation of artificial ventilation or mechanical ventilation. However, by using such mechanical ventisasi exhaust fan or air conditioner (AC) power generator still benefit as the driving force. To save the electrical energy consumption of mechanical ventilation mneggunakan utilization of wind energy as an alternative propulsion turbine ventilator namely cyclones Research done by the placement distance variation cyclone turbine ventilator with 1 m, 1,5 m and 2 m with the same diameter is 60 cm. Closeness and distance between the unexpected cyclone turbine ventilator airflow vortek make, so when brought near distance cyclone turbine ventilator produced unexpectedly small amount of discharge. When the turbine ventilator cyclones distance away unexpectedly produced a debit amount greater. Use a blower to blow off wind speed variations 3m / s, 5m / s, 7m / s, 9m / s, 11m / s and 13m / s wind speed appropriate in Indonesia. The results showed that 1metres lenght of arrangement of cyclone with 13m/s wind velocity resulted rate of pressure stagnant as 2,85 Pa, static pressure 2,141 Pa, average of velocity as 0,62 m/s, and debit 0,055 m3/s, in this case(1 metres arrangement)obtained pressure stagnant, static pressure , average of velocity,and debit most optimal thans others. And lenght of arrangement , at plenum resulted stagnant -2,595 Pa, and rate of statis as -2,076 Pa. As the distance between the turbine ventilator Wet Bole Globe Temperature(WBGT) produced much higher, and increasingly close spacing between the turbine ventilator Wet Bole Globe Temperature (WBGT) lower. Keywords : Cyclone turbine ventilator,exhaust fan, vortek, Wet Bole Globe Temperature


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Mohamad Hakam
Dosen Pembimbing 2 : Priyo Agus Setiawan

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2009


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.