ANALISIS BAHAYA KEGAGALAN FIRE ALARM DAN FIRE SUPPRESSION SYSTEM DALAM UPAYA PENCEGAAN KEBAKARAN DENGAN METODE CAUSE CONSEQUENCE ANALYSIS (CCA) (STUDI KASUS SUBSTATION 01 SS 11 DI PT PERTAMINA RU IV CILACAP)

HAZARD ANALYSIS OF FIRE ALARM AND FIRE SUPPRESSION SYSTEM FAILURES FOR FIRE PREVENTION WITH CAUSE CONSEQUENCE ANALYSIS (CCA) METHOD (CASE STUDY AT SUBSTATION 01 SS 11 PT PERTAMINA RU IV CILACAP)

Agung Yulia Yanottama (6509040048)


Abstrak

ABSTRAK PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap merupakan salah satu unit pengolahan minyak dan gas yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 348.000 barrel/hari dan terlengkap fasilitasnya. Guna menunjang seluruh aktivitas kilang, diperlukan energi listrik yang besar untuk menyuplai tenaga seperti pompa maupun sistem penerangan. Substation meruapakan tempat pendistribusian listrik dimana dalam ruangan ini tersimpan banyak kabinet yang berisi kabel-kabel bertegangan. Kebakaran adalah resiko yang dapat diakibatkan oleh potensi bahaya listrik. Oleh karena itu perlu adanya sistem pemadam yang bekerja secara otomatis (integerated system) sebagai langkah pengendalian kebakaran secara aktif. Identifikasi bahaya dilakukan dengan menggunakan metode Cause Consequence Analysis (CCA). CCA bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab dasar dan konsekuensi dari suatu bahaya potensial atau kecelakaan. CCA adalah perpaduan antara Fault Tree Analysis (FTA) dan Event Tree Analysis (ETA). Cause-Consequence diagram menunjukkan hubungan antara konsekuensi dan penyebab dasarnya. Identifikasi dilakukan pada kemungkinan resiko dan penyebabnya terhadap munculnya kegagalan pada sebuah integerated system. Dari hasil analisis yang dilakukan dengan metode ini, diperoleh hasil bahwa integerated system merupakan sistem pemadam kebakaran yang melibatkan dua sistem yang saling terintegerasi, yakni Fire Alarm System (FAS) yang merupakan sistem pendeteksian dan informasi peringatan, dan Fire Suppression System (FSS) yang merupakan sistem supresi atau pemedaman otomatis dengan menggunakan media FM 200. Kegagalan terhadap integerated system disebabkan oleh faktor human error dan equipment failure. Sedangkan konsekuensi terbesar adalah terjadinya kebakaran akibat gagalnya Fire Alarm System mengindera adanya indikasi kebakaran dan Fire Suppression System tidak dapat melepaskan FM 200. Beberapa rekomendasi untuk pengendalian kegagalan ini diantaranya adalah pemberian checklist pada FSS, pemberian training pada fire shift, perawatan pada smoke detector, dan penempatan tubing vesda secara benar. Kata kunci: CCA, Event Tree Analysis, Fault Tree Analysis, Fire Suppression System, Fire Alarm System.


Abstract

ABSTRACT PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap is an oil and gas refinery unit which has the biggest production capacity that is 348.000 barrel/day and the most completed facilities. In order to support the whole refinery activities, it is needed a lot of energy electricity to supply the energy such as pump or lighting system. Substation is distributing place of electricity which inside its room kept many cabinets containing straining cables. Fire is a risk which can be caused by electricity hazard. Therefore, it needs to give fire extinguishing system which worked automatically (integerated system) as controlling step for actively fire. Hazard identification was done by using Cause Consequence Analysis (CCA) method. CCA is used for identifying the basic cause and consequence of hazard or an accident. CCA is the combination between Fault Tree Analysis (FTA) and Event Tree Analysis (ETA). Cause-Consequence diagram showed the relationship between consequence and basic cause. Identification was done if there was a possibility of risk and its cause towards the failure of integerated system. According to the analysis result that was done by this method, it was achieved that integerated system was fire extinguishing system which included integrated two systems, those were Fire Alarm System (FAS) which was detected system and information warning, and Fire Suppression System (FSS) which was automatic extinguishing by using a media of FM 200. Failure towards integerated system was caused by human error and equipment failure factors. While the biggest consequence was fire caused of Fire Alarm System failure detected the fire suspicious and Fire Suppression System could not release FM 200. Some recommendations to control those failures were giving checklist to FSS, giving training to fire shift, taking care of smoke detector, and the placement of tubing vesda properly. Key words: CCA, Event Tree Analysis, Fault Tree Analysis, Fire Suppression System, Fire Alarm System.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Moch Luqman Ashari
Dosen Pembimbing 2 : Priyo Agus Setiawan

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2009


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.