EVALUASI PERFORMA HIDRAN DENGAN PENDEKATAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) DI PT. PETRONIKA

THE EVALUATION OF HYDRANT PERFORMANCE BY COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) APPROACHES AT PT. PETRONIKA

Masnur Aminudin (6509040045)


Abstrak

Instalasi hidran kebakaran ialah suatu sistem pemadam kebakaran tetap yang menggunakan media pemadam air bertekanan yang dialirkan melalui pipa-pipa dan selang kebakaran. Mengingat pentingnya fungsi instalasi hidran kebakaran, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap performa hidran dengan melakukan uji simulasi operasional hidran. Pengujian ini dilakukan dengan cara membuka 3 titik pilar hidran, yaitu titik hidran terberat atau hidran terdekat dengan ruang pompa dan titik hidran terjauh serta titik hidran pertengahan diantara keduanya, dimana hasil pengujian tersebut dengan syarat tekanan hidran terberat tidak lebih dari 7 kg/cm2 dan tekanan pada titik hidran terjauh tidak kurang dari 4,5 kg/cm2. Pemodelan dalam uji simulasi operasional hidran ini ada tiga dengan acuan titik hidran terjauh, yaitu model 1 adalah hidran paling utara, model 2 adalah hidran paling barat dan model 3 adalah hidran paling selatan. Dalam penelitian ini, uji simulasi operasional hidran dilakukan dengan pendekatan Computational fluid dynamics (CFD) dan untuk validasi dilakukan dengan pengukuran langsung. Penggunaan CFD bertujuan untuk mendapatkan karakteristik dari tekanan dan kecepatan aliran dalam perpipaan hidran dari inlet sampai outlet pilar hidran. Hasil CFD menunjukkan kecenderungan terjadi penyimpangan dengan hasil pengukuran. Tekanan hidran terberat dan hidran terjauh pada model 1, hasil CFD adalah 7,95 kg/cm2 dan 3,35 kg/cm2, sedangkan hasil pengukuran adalah 7,2 kg/cm2 dan 3,2 kg/cm2. Pada model 2, hasil CFD adalah 6,26 kg/cm2 dan 3,66 kg/cm2, sedangkan hasil pengukuran adalah 5,8 kg/cm2 dan 3,4 kg/cm2. Pada model 3, hasil CFD adalah 8,05 kg/cm2 dan 3,63 kg/cm2, sedangkan hasil pengukuran adalah 7,4 kg/cm2 dan 3,4 kg/cm2. Berdasarkan hasil perhitungan debit air menunjukkan bahwa pilar hidran terberat, pilar hidran pertengahan dan pilar hidran terjauh pada model 1 adalah 0,061 m3/s, 0,031 m3/s dan 0,021 m3/s. Pada model 2 sebesar 0,057 m3/s, 0,047 m3/s dan 0,039 m3/s. Pada model 3 sebesar 0,059 m3/s, 0,044 m3/s dan 0,034 m3/s. Kata kunci : Uji simulasi operasional hidran, CFD, tekanan, debit air.


Abstract

Installation of fire hydrant is a fixed fire extinguishing systems that use extinguishing media pressurized water that flowed through the pipes and fire hoses. Given the importance of the installation of fire hydrant function, it is necessary to evaluate the performance of a fire hydrant with hydrant operational simulations test. The test is performed by opening 3 points pillar hydrants, the heaviest hydrant point or closest hydrant to the pump room and the farthest hydrant point and hydrant mid-point between the two of them, where the test results provided that heaviest fire hydrant pressure is not more than 7 kg/cm2 and pressure at the farthest hydrant point not less than 4.5 kg/cm2. Modeling in a hydrants operational simulation test are three with a reference point farthest hydrant, the hydrant model 1 is the most northern, model 2 is the most western hydrants and hydrant model 3 is the most southerly. In this study, hydrants operational simulation test conducted with an approach Computational fluid dynamics (CFD) and for validation is done by direct measurement. The use of CFD aims to obtain the characteristics of the pressure and velocity of flow in hydrant piping from inlet to outlet of pillar hydrant. CFD results showed a tendency of irregularities with the measurement results. Pressure of heaviest hydrant point and farthest hydrant point in model 1, CFD results are 7,95 kg/cm2 and 3,35 kg/cm2, while the results of the measurement are 7,2 kg/cm2 and 3,2 kg/cm2. In model 2, CFD results are 6,26 kg/cm2 and 3,66 kg/cm2, while the results of the measurement are 5,8 kg/cm2 and 3,4 kg/cm2. In model 3, CFD results are 8,05 kg/cm2 and 3,63 kg/cm2, while the results of the measurement are 7,4 kg/cm2 and 3,4 kg/cm2. Based on calculations of volume flow rate shows that heaviest pillar hydrant, mid pillar hydrant and farthest pillar hydrant in model 1 are 0.061 m3/s, 0,031 m3/s and 0,021 m3/s. In model 2 are 0.057 m3/s, 0,047 m3/s and 0,039 m3/s. In model 3 are 0,059 m3/s, 0,044 m3/s and 0,034 m3/s. Key Word : Hydrants operational simulation test, CFD, pressure, volume flow rate.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Priyo Agus Setiawan
Dosen Pembimbing 2 : Mardi Santoso

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2009


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.