ANALISIS PENGARUH IKLIM KERJA PANAS TERHADAP KELELAHAN KERJA SERTA UJI KELAYAKAN PERBAIKAN MENGGUNAKAN METODE BENEFIT COST RATIO (STUDI KASUS BENGKEL BUBUT GALANGAN 24 PT. X)

ANALYSIS EFFECT OF HEAT WORKING CLIMATE ON FANTIGUE AND FEASIBILITY TEST OF USING BENEFIT COST RATIO METHOD (CASE STUDY WORKSHOP LATHE SHIPYARD 24 PT. X)

Dimas Satria D. (6509040042)


Abstrak

Temperatur yang terlalu panas dapat menimbulkan efek fisiologis pada tubuh seperti meningkatnya kelelahan, efisiensi kerja fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi iklim kerja di bengkel bubut galangan 24 PT. X, tingkat kelelahan kerja pada masing-masing tenaga kerja, hubungan antara peningkatan iklim kerja panas terhadap kelelahan kerja di bengkel bubut, dan terakhir menentukan usulan alternatif perbaikan, dan menganalisa kelayakan alternatif perbaikan dengan pendekatan Benefit Cost Ratio (B/C). Metode Penelitian dilakukan dengan survei analitik dengan melihat hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat pada saat bersamaan. Pengukuran iklim kerja menggunakan alat Questemp, dan pengukuran kelelahan kerja menggunakan alat waktu reaksi (reaction timer. ) Hasil pengolahan data iklim kerja diperoleh rata-rata ISBB sebesar 28, 7 0C, beban kerja sebesar 378, 144 kkal/jam dan waktu kerja 8 jam terus menerus, telah melebihi NAB yang ditetapkan permenaker trans no per. 13/X/2011. Dari data kelelahan kerja menunjukan adanya peningkatan frekuensi kelelahan pada pekerja dimana sebelum bekerja sebanyak 81, 25% pekerja yang tidak mengalami kelelahan dan sebanyak 18, 75% pekerja mengalami kelelahan ringan. Setelah bekerja sebanyak 75% pekerja mengalami kelelahan ringan dan sebanyak 25% pekerja mengalami kelelahan sedang. Hasil pengujian statistik pada uji pearson diperoleh nilai r = 0, 909**, p = 0, 000 (p ? 0, 05) ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara peningkatan iklim kerja terhadap kelelahan kerja (r = 0, 909**), tanda (*) pada hasil uji statistik pearson menunjukan tingkat korelasi yang sangat kuat antara iklim kerja terhadap kelelahan karena nilai r mendekati 1. berarti Ha yang menyatakan terdapat hubungan antara iklim kerja panas terhadap peningkatan kelelahan kerja diterima. Dari hasil perhitungan B/C diperoleh hasil bahwa perbaikan yang paling efisien menurunkan iklim kerja panas adalah dengan pemasangan Cyclone di bengkel bubut (B/C =3,4). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan 1. Iklim kerja pada bengkel bubut sudah tidak layak karena melebihi NAB, 2. Terjadi peningkatan kelelahan yang signifikan sebelum dan setelah bekerja, 3. Terdapat hubungan yang sangat erat antara iklim kerja panas terhadap peningkatan kelelahan kerja (r = 0, 909**), 4. Dari pengujian B/C diperoleh hasil perbaikan yang paling efisien adalah pemasangan cyclone di bengkel bubut. Kata kunci : B/C Analysis , Iklim kerja, Kelelahan


Abstract

Hot temperature can cause physiological effects on the body such as increased fatigue, physical and mental work efficiency. This study aims to determine how the climatic conditions of work in the shop lathe shipyard 24 PT. X, the level of fatigue in each workforce, the relationship between the increase in the working climate to heat exhaustion in the workshop lathe work, and finally determine the proposed improvement alternatives, and analyze the feasibility of an alternative approach to repair the Benefit Cost Ratio (B / C). Methods The study was conducted by analytical survey by looking at the relationship of independent variables on the dependent variable at the same time. Climate measurements using a Questemp work, and work fatigue measurement using a reaction time (reaction timer.) Work climate data processing results obtained average WBGT of 28, 7 0C, the workload of 378, 144 kcal / hour and 8-hour working time continuous, has exceeded the specified NAV per Permenaker trans no. 13/X/2011. Fatigue of the data showed an increase in the frequency of fatigue in which the worker before working as much as 81, 25% of workers who did not experience fatigue and as many as 18, 75% of workers experienced mild fatigue. After working as much as 75% of workers experienced mild fatigue and as much as 25% of workers are experiencing fatigue. Statistical tests on the test values obtained Pearson r = 0, 909 **, p = 0, 000 (p ? 0, 05) This indicates that there is a significant relationship between work climate improvement on job burnout (r = 0, 909 ** ), sign (*) on the results of statistical tests of Pearson correlation showed a very strong rate among working climate to fatigue because the value of r close to 1. Ha means that states there is a relationship between work climate heat to increase work exhaustion acceptable. From the calculated B / C the result that the most efficient improvements reduce the work climate is hot in the garage with a installation cyclone in the lathe workshop (B / C = 3.4). From the results of this study concluded 1. Work on climate lathe workshop is not feasible due to exceeding NAB, 2. Occurred a significant increase in fatigue before and after work, 3. There is a very close relationship between climate hot work towards increased fatigue (r = 0, 909 **), 4. Of testing B / C obtained improved results is the most efficient installation cyclone in the lathe workshop. Keywords: B / C Analysis, Working Climate, Fatigue,


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Rina Sandora
Dosen Pembimbing 2 : Denny Dermawan

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2009


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.