PENILAIAN IKLIM KESELAMATAN KERJA (SAFETY CLIMATE) SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERILAKU PEKERJA DI DEPARTEMEN TEKNIK PT X

SAFETY CLIMATE ASSESSMENT AND ITS EFFECT ON WORKERS BEHAVIOUR AT TECHNICAL DEPARTMENT PT X

Lintang Sekar Kinanthi (6509040019)


Abstrak

Dalam usaha peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri, beberapa perusahaan mulai menyoroti pentingnya budaya kesehatan dan iklim keselamatan. Semakin berkembangnya industri, semakin tinggi pula tuntutan kerjanya. Tingginya tuntutan kerja menyebabkan pekerja hanya terfokus untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa mematuhi peraturan K3 sehingga perilaku tidak aman menjadi penyebab terbanyak dari kecelakaan kerja di PT X. Terbukti di tahun 2011 hingga 2012,76,47% dari jumlah kecelakaan di PT X disebabkan oleh tindakan tidak aman. Namun PT X belum pernah melakukan evaluasi mengenai iklim keselamatan kerja serta perilaku aman pekerjanya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan dapat menilai iklim keselamatan kerja di PT X dan memberikan rekomendasi yang membangun. Penilaian iklim keselamatan kerja dilakukan dengan survei menggunakan kuesioner. Kuesioner penelitian ini menggunakan kuesioner milik Glendon dan Litherland. Variabel yang ada pada kuesioner ini adalah komunikasi dan dukungan, kelengkapan prosedur, tekanan kerja, alat pelindung diri, hubungan, dan peraturan K3. Selain melakukan penilaian terhadap iklim keselamatan kerja, penelitian ini juga akan mencari pengaruh iklim keselamatan kerja terhadap perilaku aman pekerja. Perilaku aman pekerja itu sendiri dinilai dengan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan pekerja terhadap K3. Uji yang pertama adalah uji regresi linier berganda, setelah uji regresi maka uji komparatif dilakukan. Untuk mencari tahu hubungan antara iklim keselamatan kerja dengan perilaku aman pekerja, maka digunakan metode uji regresi linier berganda. Dari hasil uji regresi linier berganda yang dilakukan dengan bantuan software SPSS 16 for windows, dihasilkan nilai R2 sebesar 0,029 yang berarti pengaruh iklim keselamatan kerja terhadap perilaku keselamatan kerja hanya 2,9%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa iklim keselamatan kerja tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku aman pekerja. Untuk penilaian iklim keselamatan kerja dalam departemen teknik, dilakukan uji komparatif yang menggunakan metode One ? Way Anova. Tujuan uji komparatif ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan iklim keselamatan kerja yang signifikan antar seksi kerja di departemen teknik. Dari hasil uji One ? Way Anova yang dilakukan dengan bantuan software SPSS 16 for windows, dihasilkan nilai signifikan Anova 0,495. Karena nilai signifikannya melebihi nilai alpha, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan iklim keselamatan kerja yang signifikan antar seksi kerja di departemen teknik. Kata Kunci : iklim keselamatan kerja, perilaku aman pekerja, regresi linier berganda, one ? way anova


Abstract

In the case of increasing occupational safety and health (OSH), several companies begin to highlited how important safety culture an safety climate are. Work demand always increase as high as industrial development. The high number of work demands cause workers focuse to complete their work only without compliance the safety rules. These problem cause unsafe action being the most common cause of accidents in PT X. It can be shown 76,47% from all incident at 2011 until 2012 causen by unsafe action. But this company never did study about this case. Therefore, this study was conducted in order to assess the safety climate in PT X and provide recommendations for company?s improvement. Safety climate assessmentis conducted by questionnaire survey. This study use a Safety Climate Questinonnaire (SCQ) were prepared by Gendon and Litherland that consist five variables. There are communication and support, adequacy of procedures, work pressure, personal protective equipment, relationship, and safety rules. In another way, this study also try to find the relation between safety climate and behavioural safety. Behavioural safety assessed by using questonnaire about worker?s knowledge. The first test of this study is multiple linear regression, than comparative test. To find out the relationship between safety climate and behavioural safety, multiple linear regression is used. From the result of multiple linear regression that tested using software SPSS 16 for windows, resulting R2 value of 0,029 which mean the influence of safety climate on behavioural safety is only 2,9%. It can be concluded that safety climate did not have a significant impact on workers' safety behaviour. The second test is to assess safety climate in engineering department by the comparative test using One - Way ANOVA method. The purpose of this test is to determine whether there are significant differences of safety climate between section of work in the engineering department. From the test result using software SPSS 16 for windows, resulting significant Anova value of 0,495. Because of significant value exceeds the alpha value, it can be concluded that there is no significant different of safety climate between section of work in the engineering department. Keywords : Safety climate, behavioural safety, multiple linear regresion, one ? way anova


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Wiediartini
Dosen Pembimbing 2 : Anda Iviana Juniani

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2009


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.