PERBAIKAN PERFORMA GENERAL PLANNED INSPECTION (GPI) DAN SAFETY TRAINING SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN RISIKO K3 DI PT. X MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DENGAN TAHAPAN DMAIC

GENERAL PLANNED INSPECTION (GPI) AND SAFETY TRAINING PERFORMANCE IMPROVEMENT AS RISK CONTROL IN PT. X USING SIX SIGMA BY WAY OF DMAIC PHASE

Monica Colin (6509040009)


Abstrak

PT. X adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur penghasil boiler yang memiliki suatu standar tentang SMK3 yaitu EHS Roadmap. Untuk mewujudkan Indonesia berbudaya K3, persaingan antar industry, dan pencapaian target K3 maka PT. X sudah membuat program safety training dan General Planned Inspection (GPI) yang juga berada di dalam kriteria aturan EHS Roadmap dan sebagai upaya pengendalian risiko di PT. X. Namun dalam penerapannya sering kali tidak berjalan sesuai perencanaan dan azas ontime yang seharusnya diterapkan oleh PT. X tersebut tidak bisa dilakukan dengan tepat sehingga dapat merugikan perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu performa dari safety training dan GPI perlu dievaluasi dan ditingkatkan. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah menggunakan tahapan Define ? Measure ? Analyze ? Improve ? Control (DMAIC) yang merupakan tahapan-tahapan perbaikan dalam metode Six Sigma. Berdasarkan hasil analisis awal, performa safety training berada pada level 1,56 sigma dan GPI berada pada level 2,595 sigma yang masih jauh dari target yaitu 6 sigma. Terdapat 5 (lima) macam kegagalan pada safety training dan General Planned Inspection (GPI) yaitu pelaksanaan safety training tidak sesuai dengan jadwal, safety training tidak dilaksanakan, ketidaksesuaian rencana GPI dengan pelaksanaan, ketidaksesuaian deadline follow up pada GPI, dan temuan GPI yang berulang. Setelah melakukan tahapan DMAIC diketahui penyebab-penyebab yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan performa safety training dan GPI. Pada safety training penyebab yang mempunyai RPN (Risk Priority Number) paling tinggi, yaitu bentrok dengan jadwal lain. Sedangkan pada GPI penyebab yang mempunyai RPN paling tinggi adalah tidak adanya peralatan untuk perbaikan. . Kata kunci : GPI, safety training, six sigma, DMAIC, RPN


Abstract

PT. X is boiler manufacture company which has safety management standard called EHS Roadmap. To achive safety culture in Indonesian, business compete, and to achieve safety target, PT. X established safety training and General Planned Inspection (GPI) program. which are included in EHS Roadmap as risk management effort in PT. X. But paractically, many times the programs did not conducted well. These can adverse the company. So safety training and GPI performance need to be evaluated and improved. One of applicable methode is using Define ? Measure ? Analyze ? Improve ? Control (DMAIC) phase which is the improvement phase which in the improvement phase which is the improvement phase in the sixma. Initial analyze shows that safety training performance is in the 1,56 sigma level and GPI is in the 2,95 sigma level. These level is far to reach 6 sigma level as the company target. There are 5 (five) types of detective in the safety training and GPI, these are safety training is not as perscheduled, safety training did not conducted, nonconformity of GPI planning and it?s realization, nonconformity of follow up deadline in the GPI, and repetitive GPI finding. After completing DMAIC phase, the causes of defective is found and to be corrected to improve safety training and GPI performance. In the safety training the cause that have highest Risk Priority Number (RPN) is the training schedule crash with another schedule. In the GPI the cause that have highest RPN is there is no available tools for correction. . Keyword : GPI, safety training, six sigma, DMAIC, RPN


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Lukman Handoko
Dosen Pembimbing 2 : Wiediartini

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2009


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.