PERANCANGAN SISTEM MONITORING DAN KONTROL KELEMBABAN PADA PENETRATING INSULATOR ELECTROSTATIC PRECIPITATOR BERBASIS ARDUINO DI PLTU PAITON UNIT 3

DESIGN OF MONITORING AND CONTROL HUMIDITY SYSTEM ON PENETRATING INSULATOR ELECTROSTATIC PRECIPITATOR BASED ARDUINO IN PLTU PAITON UNIT 3

Krisdian (6413030034)


Abstrak

ABSTRAK Electrostatic Precipitator (ESP) adalah suatu perangkat listrik yang berfungsi sebagai alat pengendap atau pemisah debu sisa pembakaran tidak sempurna pada boiler. Dengan menggunakan Electrostatic precipitator (ESP) jumlah limbah debu dapat diminimalisir sebesar 95-99%. Sistem tegangan kerja pada electrostatic precipitator menggunakan tegangan tinggi DC. Oleh sebab itu peralatan ESP dilengkapi berbagai macam insulator. Insulator pada ESP bertujuan untuk menghindari terjadinya direct contact, short circuit atau ground fault. Pada kenyataan ESP di paiton unit 3 terjadi penurunan kualitas nilai insulation resistence khususnya pada penetrating insulation. Terdapat 3 dari 12 unit penetrating insulation yang nilai insulation resistance-nya tidak memenuhi kriteria (syarat minimum). Penyebab turunnya nilai insulation resistance pada penetrating insulator adalah kelembaban. Letak dari penetrating insulator berada pada ruangan tertutup. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya kelembaban. Untuk mengatasi masalah kelebapan ESP telah dilengkapi dengan heater. Namun, cara penggunaan heater kurang maksimal dikarenakan tidak adanya sensor atau alat monitoing dan kontrol kelembapan pada area penetrating insulator. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan pembuatan alat monitoring dan kontrol kelembaban menggunakan sensor DHT22 dan dikontrol Arduino. Hasil dari perancangan alat monitoring dan kontrol ini dapat mempermudah untuk menjaga kondisi kelembaban pada penetrating insulator. Teknis juga dapat melihat data yang telah direcord untuk mempermuda analisa penyeban terjadinya kelembaban yang tinggi (basa). Pada alat yang terdiri dari sensor DHT22 mempunyai error sebesar 1 % (suhu) dan 10 % (kelembaban). Kata kunci: Arduino, Kelembaban, Penetrating insulator, Sensor, Insulator Resistence.


Abstract

ABSTRACT Electrostatic Precipitator (ESP) is an electrical device that serves as a means of settling or separation of dust rest of the incomplete combustion of the boiler. By using an Electrostatic Precipitator (ESP) the amount of dust waste can be minimized by 95-99%. System working voltage at the electrostatic precipitator using high voltage DC. Therefore, ESP equipment include various kinds of insulators. Insulators on ESP aims to avoid direct contact, short circuit or ground fault. In fact ESP in Paiton 3 unit decrease the quality of insulation value Resistance especially on penetrating insulation. There are 3 of the 12 units penetrating the insulation resistance of its insulation value does not meet the criteria (minimum requirements). The cause of the decline in the value of insulation resistance in penetrating the insulator is moisture. The layout of penetrating insulator are in a closed room. That's what causes the moisture. To solve the problem humidity ESP has been equipped with a heater. However, the way the use of heater less than the maximum because there is no sensor or monitoing and humidity control in the area penetrating insulator. These problems can be overcome by making the tool monitoring and control humidity controlled using sensors and Arduino DHT22. Results of monitoring and control equipment design may make it easier to maintain the humidity in penetrating the insulator. Technical also be able to see the data that has been direcord to rejuvenate analysis because the humidity is high (alkaline). In the device consisting of a sensor DHT22 have error of 1% (temperature) and 10% (humidity Keywords: Arduino, Humidity, Penetrating insulator, Sensor, Insulator Resistence


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Purwidi Asri
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK KELISTRIKAN KAPAL
Angkatan : 2013


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.