ANALISIS RUGI-RUGI DAYA PADA SALURAN DISTRIBUSI SEKUNDER FEEDER-B TRAFO MD-B1 DAN TRAFO MD-C1 PADA POWER PLANT 2 DI JOB P-PEJ (Join Operating Body Pertamina Petrochina East Java)

ANALYSIS OF LOSSES POWER ON SECONDARY FEEDER ? B TRAFO MD-B1 AND TRANSFORMER MD-C1 AT POWER PLANT 2 IN JOB P - PEJ ( JOINT OPERATING BODY PERTAMINA - PETROCHINA EAST JAVA )

Restu Anggadika (6411030060)


Abstrak

ANALISIS RUGI-RUGI DAYA PADA SALURAN DISTRIBUSI SEKUNDER FEEDER-B TRAFO MD-B1 DAN TRAFO MD-C1 PADA POWER PLANT 2 DI JOB P-PEJ (Join Operating Body Pertamina Petrochina East Java) Nama : Restu Anggadika (6411030060) Pembimbing : Edy Prasetyo Hidayat, ST., MT. ABSTRAK Power Plant adalah suatu unit yang menangani penyediaan listrik di JOB P-PEJ (Join Operational Body ? Pertamina Petrichina East Java). Kebutuhan terhadap pesokan listrik diperlukan di semua unit di lingkungan JOB P-PEJ, penggunaan Power Plant itu sendiri adalah sebagai Pembangkit Listrik untuk menjaga kontinuitas tenaga listrik dan menunjang proses produksi di JOB P-PEJ (Join Operational Body ? Pertamina Petrichina East Java). Power Plant di JOB P-PEJ (Join Operational Body ? Pertamina Petrichina East Java) di bagi menjadi 2, yaitu Power Plant 1 dan Power Plant 2. rugi-rugi daya secara keseluruhan pada sektor beban Mudi PAD-B adalah 347160.65 watt. Dan Total rugi-rugi daya secara keseluruhan pada sektor beban Mudi PAD-C adalah 99769.87 watt. Setelah diketahui total rugi daya pada pada sektor beban Mudi PAD-B, Sisa daya supplay sektor beban Mudi PAD-B adalah 3652839.35 watt dengan kapasitas supplay daya sebelumnya sebesar 5Mva. Begitu pula dengan rugi daya pada pada sektor beban Mudi PAD-C, Sisa daya supplay sektor beban Mudi PAD-C adalah 900230.13 watt dengan kapasitas supplay daya sebelumnya sebesar 1.25Mva. Rugi daya sangat dipengaruhi oleh panjang saluran, jika semakin panjang saluran penghantar pada suatu saluran supplay daya, maka nilai rugi daya semakin besar. Untuk mengurangi nilai rugi daya maka dapat dilakukan dengan cara memperpendek jarak saluran sehingga nilai R (Resistansi) menjadi lebih kecil, karena R berbanding lurus dengan ? (Length). Kata Kunci: Sistem Distribusi, Power Plant, Rugi Daya, Luas Penampang Kabel Hantar.


Abstract

LOSSES ANALYSIS POWER DISTRIBUTION CHANNELS IN SECONDARY FEEDER ? B TRANSFORMER MD-B1 AND TRANSFORMER MD-C1 AT POWER PLANT 2 IN JOB P - PEJ ( JOINT OPERATING BODY PERTAMINA - PETROCHINA EAST JAVA ) Name : Restu Anggadika (6411030060) Preceptor : Edy Prasetyo Hidayat, ST., MT. ABSTRAK Power Plant is a unit of electricity supply at JOB P-PEJ (Join Operational Body ? Pertamina Petrichina East Java). The needs of the electricity supply required on all units in JOB P-PEJ. As a result, JOB P-PEJ uses Power Plant as power generators to maintain the power supply and support production process in JOB P-PEJ. Power Plant at JOB P-PEJ is divided into two, Power Plant 1 and Power Plant 2. Power loss entirely in mudi load section PAD-B is 347169.65 watt and the remaining power supply left 2652839.35 watt with 5Mva as the former power supply capacity. In PAD-C, the amount of power loss entirely in mudi load section is 99769.87 watt while the remaining power supply left is 900230.3 watt with 1.25Mva as the former power supply capacity. The length of channel influences power loss, if the channel is longer, power loss value will increase. Deducting channel distance in anticipation of smaller R (Resistant) value is a best way to decrease power loss value, since R directly proportional to the ? (Length). Keywords : Distribution System, Power Plant, Power Loss, Cable Cross-sectional Area Conductivity.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Edy Prasetyo Hidayat
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK KELISTRIKAN KAPAL
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.