ANALISIS PENGOPERASIONAL GENSET SEBAGAI CATU DAYA CADANGAN DI PT. TELKOM JATIM SURAMADU (SURABAYA)

ANALYSIS OF THE GENERATOR OPERATING COST AS BACK-UP POWER SUPPLY IN PT TELKOM EAST JAVA SURAMADU (SURABAYA)

Agung Destya Mudha (6410030051)


Abstrak

Energi listrik merupakan kebutuhan utama di industri. Semua peralatan membutuhkan suplai listrik untuk dapat beroperasi. Suplai listrik di PT TELKOM Indonesia bergantung dari PT PLN dan genset, tetapi prioritas utama sulpai listrik di PT TELKOM Indonesia bersumber dari PT PLN. Untuk menghindari terjadinya blackout, PT TELKOM Indonesia menggunakan suplai genset sebagai suplai listrik alternatif apabila feeder utama PLN terjadi gangguan. Sistem perpindahan suplai ini dikontrol oleh ATS (Automatic Transfer Switch). Tentunya biaya yang dibutuhkan untuk pengoperasian genset tidak murah. Maka dari itu tugas akhir ini menganalisis perbandingan biaya PLN dengan biaya genset (solar), menjelaskan sistem kerja ATS, dan menganalisa faktor-faktor kegagalan pada ATS dengan menggunakan metode kualitatif FTA (Fault Tree Analysis). Dari hasil analisa perbandingan antara biaya PLN dengan genset pada seluruh STO dapat dikatakan bahwa biaya penggunaan dengan suplai PLN lebih murah dari pada biaya konsumsi bahan bakar genset (solar). Sedangkan dari hasil analisa kegagalan pada ATS, faktor-faktor kegagalan yang mungkin terjadi pada ATS dengan menggunakan metode kualitatif FTA, yaitu: motor mekanis MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) rusak, UVR (Under Voltage Release) MCCB rusak, kontaktor rusak, kontak bantu MCCB rusak, tegangan yang diterima UVR tidak normal, dan tuas MCCB patah.


Abstract

Electrical power is a major need in industry. Every tools need electrical supply for its operation. The electrical supply in PT TELKOM Indonesia depends on PT PLN and generator, but the main priority of electrical supply in PT TELKOM Indonesia which is based on PT PLN. To avoid blackout condition, PT TELKOM Indonesia uses generator supply as the alternate electrical supply if the main feeder PLN is disrupted. The changeover of supply system are controlled by ATS (Automatic Transfer Switch). The cost which is needed to operate the generator is certainly not cheap. Therefore, this final project analysed the comparison of the PLN cost with genenator cost (diesel fuel), explaining the ATS work system, and analyse the failure factors in ATS using the method of qualitative FTA (Fault Tree Analysis). From the result of the comparison between the PLN and generator cost in every STO can be concluded that the cost of using PLN supply is cheaper rather than the cost of the genset fuel consumption (diesel fuel). While from the analyse result of the failure in ATS, the failure factors which is possible to be happening in ATS by usin the method of qualitative FTA, that are: the failure of MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) mechanical motors, UVR (Under Voltage Release), the contractor, and the auxiliary contact of MCCB is broken, the voltage received by the UVR is abnormal, and the MCCB lever is broken.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Rona Riantini
Dosen Pembimbing 2 : Annas Singgih Setiyoko

Program Studi : D3 - TEKNIK KELISTRIKAN KAPAL
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.