ANALISA PEMAKAIAN BAHAN BAKAR TURBIN GAS TERHADAP OPERASIONAL PEMBEBANAN DAN SETELAH COMBUSTION INSPECTION STUDI KASUS PADA PT. PJB UP GRESIK

ANALYSIS OF THE USE OF FUEL GAS TURBINE ON OPERATIONAL LOADING AND AFTER COMBUSTION INSPECTION CASE STUDY IN. PT. PJB UP GRESIK

Yohanes Pandu Prayoga (6313030094)


Abstrak

Kebutuhan listrik tiap tahunnya terus meningkat, sebagai produsen listrik PT. PJB dituntut untuk menambah total produksinya. Pada pola operasional pembebanan turbin gas 1.1 produksi listrik meningkat khususnya pada waktu malam hari, pada malam hari beban pembangkit mendekati titik puncak sehingga terjadi perbedaan efisiensi dan pemakaian bahan bakar pada siang dan malam. Perawatan turbin gas juga mempengaruhi pemakaian bahan bakar, salah satunya adalah combustion inspection. Penggunaan bahan bakar gas turbin merupakan salah satu unjuk kerja keandalan turbin gas. Metode yang dipilih untuk mengukur pemakaian bahan bakar turbin gas adalah dengan perhitungan efisiensi bahan bakar, heat rate dan SFC. Berdasarkan perhitungan pemakaian bahan bakar pada malam hari dengan beban rata rata 109,14 MW dinilai lebih efisien dan hemat bahan bakar dengan efisiensi thermal31,1%, heat rate 3028,69 kcal/kwh dan SFC 1010,68 Rupiah/kwh daripada pemakaian rata rata siang hari dengan efisiensi thermal 27,1%, heat rate 3371,52 kcal/kwh dan SFC 1117,12 Rupiah/kwh. Pada perhitungan pengaruh combustion inspection, kondisi turbin gas setelah combustion inspection lebih efisien dan hemat bahan bakar dibanding kondisi sebelum CI dengan efisiensi tertinggi pada 100 MW sebesar 28,41%, heat rate 3133,86 kcal/kwh dan SFC 1034,082 Rupiah/kwh dibandingkan dengan beban yang sama 100 MW sebesar 30,8% efisiensi thermal, heat rate 3144,41 Kcal/kwh dan SFC 1037,6 Rupiah/kwh.


Abstract

The demand for electricity continues to increase each year, as a power producer PT. PJB is required to increase the total production. At the operational pattern of loading the gas turbine electricity production increased 1.1, especially at night, in the evening peak load power plants close to the point that there is a difference of efficiency and fuel consumption on day and night. Treatment of gas turbines also affect fuel consumption, one of which is a combustion inspection. The use of fuel gas turbine is one of the performance of gas turbine reliability. The method chosen to measure the fuel consumption of the gas turbine is the calculation of fuel efficiency, heat rate and SFC. Based on the calculation of fuel consumption at night with a load average of 109.14 MW is considered more efficient and saving fuel by 31.1% thermal efficiency, heat rate 3028.69 kcal / kwh and SFC Rupiah 1010.68 / kwh than the average user average daytime with 27.1% thermal efficiency, heat rate 3371.52 kcal / kwh and SFC Rupiah 1117.12 / kwh. In the calculation of the effect of combustion inspection, condition after a gas turbine combustion inspection more efficient and fuel efficient compared to the condition before the CI with the highest efficiency at 100 MW amounting to 28.41%, heat rate 3133.86 kcal / kwh and SFC 1034.082 Rupiah / kwh compared with the same load of 100 MW at 30.8% thermal efficiency, heat rate 3144.41 Kcal / kwh and SFC 1037.6 Rupiah / kwh.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Muhammad Shah
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2013


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.