Evaluasi Kebutuhan Blok Penumpu Kapal pada Saat Docking di Floating Dock 3000 TLC (Studi Kasus di PT. ADILUHUNG SARANASEGARA INDONESIA)

Evaluation of the Need of Ship Block Support When Docking on Floating Dock 3000 TLC (Case Study at PT. ADILUHUNG SARANASEGARA INDONESIA)

Mohammad Taufik Ar Rozi (6313030092)


Abstrak

EVALUASI KEBUTUHAN BLOK PENUMPU KAPAL PADA SAAT DOCKING DI FLOATING DOCK 3000 TLC (STUDI KASUS DI PT. ADILUHUNG SARANASEGARA INDONESIA) Nama Mahasiswa : Mohammad Taufik Ar Rozi NRP : 6313030092 Jurusan : Teknik Permesinan Kapal Dosen Pembimbing : Mardi Santoso, S.T., M.Eng.Sc. ABSTRAK Ship repair atau reparasi kapal adalah suatu proses yang dilakukan untuk memulihkan kondisi mutu awal dari sebuah kapal dan untuk mencegah terjadinya suatu kerusakan yang lebih besar dan berat. Sebelum kapal akan naik dok, maka dilakukan persiapan-persiapan oleh dockmaster dan para crew floating dock untuk kelancaran pengedokan kapal, sebab hal tersebut menjadi sangat penting mengingat berat dan ukuran kapal yang relatif besar. Persiapan tersebut salah satunya adalah menyiapkan blok penumpu kapal. Penentuan kekuatan blok penumpu nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan jumlah dan penataan blok penumpu secara optimal. Pada tugas akhir ini akan dilakukan perhitungan besar tekanan yang diizinkan untuk setiap blok penumpu kapal. Dalam perhitungan tersebut nantinya dapat diketahui pula jumlah optimal blok penumpu (ship support) yang dibutuhkan pada saat kapal ferry KMP. TANJUNG KABAT, kapal perintis KM. SABUK NUSANTARA 60 dan kapal general cargo KM. GLORIA MULIA naik dok. Untuk perhitungan pembebanan pada blok penumpu maka digunakan metode pendekatan yaitu moment area method. Setelah itu dilakukan analisis tentang dampak dari sistem pengganjalan terhadap plat lambung kapal dengan perhitungan shell plate deflections. Setelah dilakukan perhitungan, maka didapatkan jumlah optimal dari blok penumpu kapal ferry KMP. TANJUNG KABAT yaitu sebanyak 45 buah, kapal perintis KM. SABUK NUSANTARA 60 sebanyak 54 buah dan kapal cargo KM. GLORIA MULIA sebanyak 41 buah. Sedangkan besar defleksi maksimum plat lambung pada kapal ferry KMP. TANJUNG KABAT yaitu sebesar 5,817 mm, pada kapal perintis KM. SABUK NUSANTARA 60 sebesar 8,166 dan pada kapal cargo KM. GLORIA MULIA sebesar 7,48 mm. Besar defleksi tersebut masih memenuhi kriteria penerimaan oleh German Shipbuilding Industry. Kata kunci : Berat kapal, blok penumpu kapal, floating dock, moment area method, shell plate deflections.


Abstract

EVALUATION OF THE NEED OF SHIP BLOCK SUPPORT WHEN DOCKING ON FLOATING DOCK 3000 TLC (CASE STUDY AT PT. ADILUHUNG SARANASEGARA INDONESIA) Name : Mohammad Taufik Ar Rozi NRP : 6313030092 Department : Marine Engineering Counsellor Lecturer : Mardi Santoso, S.T., M.Eng.Sc. ABSTRACT Ship repair is a process that is done to restore the quality of the initial condition of a ship and to prevent a greater damage and severe. Before the ships going up the dock, then made preparations by dockmaster and the crews of floating dock for smooth docking the ship, because it becomes very important considering the weight and size relatively large of vessel. The one of important preparation is estimate the number of block support needed. Determination strength of block support will be used as a reference for determining the number and arrangement of the ship block support optimally. In this final project will be carried out maximum allowed pressure for each ship block support. So the number of ship block support of the KMP. TANJUNG KABAT ferry, KM. SABUK NUSANTARA 60 pioneer ship and KM. GLORIA MULIA general cargo ship will be known. For the calculation of loading on each ship blocks support then used approach that moment area method. After that, the deflection of shell plate of ship due to blocking system must be calculated by shell plate deflection theory. From the calculation then obtained the optimal number of ship block support of ferry ship KMP. TANJUNG KABAT are 45 pieces, the pioneer ship KM. SABUK NUSANTARA 60 are 54 pieces and cargo ship KM. GLORIA MULIA are 41 pieces. The maximum deflection plate on the hull ferry KMP. TANJUNG KABAT are 5,817 mm, the pioneer ship KM. SABUK NUSANTARA 60 are 8,166 mm and the cargo ship KM. GLORIA MULIA are 7,48 mm. The maximum deflection still meet the criteria for acceptance by the German Shipbuilding Industry. Keywords : weight of ship, ship block support, floating dock, moment area method, shell plate deflections.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Mardi Santoso
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2013


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.