ANALISA LAJU KOROSI SIDE HULL PLATING PADA KAPAL MT. KAMOJANG 6500 LDWT (STUDY KASUS DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA)

ANALYSIS OF CORROSION RATE OF HULL PLATING ON THE SIDE VESSEL MT. KAMOJANG 6500 LDWT (CASE STUDY IN PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA)

Faris Dida Pratama (6313030078)


Abstrak

ANALISA LAJU KOROSI SIDE HULL PLATING PADA KAPAL MT. KAMOJANG 6500 LDWT (STUDY KASUS DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA) Nama Mahasiswa : Faris Dida Pratama NRP : 6313030078 Dosen Pembimbing : Ir. Nasri Dawo ABSTRAK Salah satu sumber kerusakan pada kapal baja adalah korosi air laut. Dengan kondisi alam Indonesia yang beriklim tropis dan dikelilingi oleh lautan adalah factor yang dapat mempercepat proses korosi. Khususnya pada bagian lambung kapal yang tercelup air, karena adanya kontak langsung dengan air laut maka proses korosi pada bagian tersebut sangat cepat. Sehingga diperlukan proteksi yang sangat baik untuk menjaga agar dalam keadaan yang layak untuk dioperasikan. Untuk menentukan laju korosi pada lambung kapal dibawah garis air terlebih dahulu menentukan ketebalan plat. Dari tebal plat awal kita dapat mengetahui pengurangan ketebalan pada saat kapal MT. Kamojang setelah di operasikan selama 5 tahun. Dengan Ultrasonic Thickness Test kita dapat mengetahui ketebalan plat setelah dioperasikan. Hasil dari pengujian ini dapat ditampilkan dalam layar detektor digital. Berdasarkan dengan peraturan BKI (Vol I Sec 3B.1.3.6.1) ketebalan minimum plat mengalami pengurangan sebesar 20% dari perencanaan untuk dilakukan penggantian plat. Dari hasil analisa pada lambung kapal dibawah garis air MT. Kamojang didapatkan nilai kehilangan berat, laju korosi, prosentase plat yang terpasang dan kehilangan tebal plat dalam hitungan per tahun. Berdasarkan dari hasil penelitian, rata-rata nilai kehilangan berat tertinggi pada sisi Starboard sebesar 19978,987 gr dengan nominal tertinggi pada plat 3 bagian 0,4L dari midship ke buritan. Untuk nilai rata-rata laju korosi tertinggi terdapat pada bagian starboard sebesar 0,000433 mm/thn dan prosentase rata-rata tebal plat terpasang sebesar 97,959%. Sesuai dengan peraturan BKI (Volume I, Sec 3B.1.3.6.1) maka penggantian pipa tidak diperlukan karena masih dalam batas ketebalan yang disyaratkan. Kata Kunci : Korosi, Ultrasonic Thickness Test, Lambung kapal, Laju korosi, Kehilangan berat


Abstract

ANALYSIS OF CORROSION RATE OF HULL PLATING ON THE SIDE VESSEL MT. KAMOJANG 6500 LDWT (CASE STUDY IN PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA) Name : Faris Dida Pratama NRP : 6313030078 Counsellor Lecture : Ir. Nasri Dawo ABSTRACT One of damage resources of steel vessel is sea water corrosion. With the condition of natural tropical Indonesia and surrounded by an ocean is a factor that can accelerate the corrosion process. Especially on the part of the submerged hull on the water, because of their direct contact with the sea water so the corrosion process is very fast. It needs extra protection to keep in appropriate circumstances to operate. To determine the rate of corrosion in the hull below the water line first determining the thickness of the plate. From the initial plate thickness we can see the reduction in thickness while the ship MT. Kamojang operated during 5 years. Ultrasonic Thickness Test can determine the thickness of the plate after the operation. The results of this test can be displayed in a digital detector. Based on the regulations BKI (Vol I 3B.1.3.6.1 Sec) The reduction of minimum thickness of plate is 20% of the planning for the replacement plate. From the analysis of the hull below the water line MT. Kamojang obtained the value of losing weight, the corrosion rate, the percentage of attached plate and the plate thickness loss in a matter of a year. Based on the results of study, the average value of the highest weight loss on the Starboard side is 19978.987 gr with the highest nominal plate of 3 parts 0,4L midship to stern. For the average value of corrosion rate is highest in the starboard of 0.000433 mm / yr and the average percentage of thick plate mounted at 97.959%. In accordance with ICC regulations (Volume I, Sec 3B.1.3.6.1) then the pipe replacement is not necessary because it is still within the limits of the required thickness. Keyword : Corrosion, Ultrasonic Thickness Test, Hull, Corrotion rate, weight losses


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Nasri Dawo
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2013


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.