ANALISA NILAI STANDART MAKSIMUM CLEARANCE ANTARA POROS PROPELLER DENGAN BANTALAN PADA STERN TUBE KMP. BALIBO (Study Kasus di PT. BEN SANTOSA KAMAL)

ANALYSIS THE VALUE OF MAXIMUM STANDART CLEARENCE BETWEEN PROPELLER PROP AND BEARING IN STERN TUBE KMP. BALIBO (Case Study in PT. BEN SANTOSA KAMAL)

Ginas Karna Medi Arma (6313030046)


Abstrak

ABSTRAK Fungsi bantalan di dalam stern tube adalah sebagai penyangga poros propeller, mengurangi koefisien gesekan antara poros dan stern tube, menjadikan poros dan stern tube tidak bergesekan secara langsung, melainkan bergesekan dengan bantalan. Untuk mengurangi gesekan antara poros dan bantalan maka digunakan sistem pelumasan didalam stern tube. Pelumasan ini menggunakan sistem pelumasan air laut. Kasus yang terjadi pada KMP. BALIBO terjadi kebocoran pelumas air laut melewati stern tube yang masuk kedalam kamar mesin maka diperlukan analisa standart maksimum clearance yang diijinkan, analisa tegangan geser, analisa tebal lapisan minimum pelumas antara poros propeller dengan bantalan, serta analisa tekanan maksimum pelumas yang menggunakan bahan kayu pogot/Lignum Vitae. Sebagai akibat dari kebocoran pelumasan air laut didalam KMP. BALIBO. Dari hasil perhitungan didapat bahwa clearence maksimum yang diijinkan sebesar 4,27 mm. Besar tegangan geser maksimum yang dijinkan sebesar 6,375 dyn.s/cm? , dan ketebalan minimum pelumas yang dijinkan 3,37 mm dan eksentrisitas sebesar 0,44 mm, serta tekanan maksimum lapisan pelumas yang diijinkan sebesar 15,06 Psi. Kata kunci : Tegangan geser, Maksimum clearance, Poros Propeller, Stern Tube.


Abstract

ABSTRACT The aims of the presence of bearing inside the stern tue are to shaft the propeller, to reduce the friction coefficient between the shaft and the stern tube so that they have the friction with the bearing, to reduce the friction between the shaft and the bearing uses the lubriction system inside the stern tube. This system use sea water lubricant The case happened in KMP BALIBO was that sea water lubricant leaked through the stern tube and entered the machine room so it needed analyzing about the maximum standart clearence permitted, the shear stress, thickness of minimum layer lubrication that used Lignium Vitae, is as a result of sea water lubricant leked in KMP BALIBO. The calculation showed that the maximum clearence permitted is 4,27 mm. The maximum shear stress permitted is 6,375 dyn.s/cm?. And the minimum thickness of lubrication permitted is 3,37 mm, eccentricity 0,44 mm, and also the maximum pressure of lubrication layer permitted 15,06 Psi. Keywords : shear stress, Maxsimum clearance, shaft propeller, Stern Tube.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Subagio Soim
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2013


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.