PERANCANGAN ULANG SISTEM PENGISIAN ASPAL PADA BITUMEN PLANT DI PT. PERTAMINA (PERSERO) GRESIK

REDESIGN ASPHALT FILLING SYSTEM IN BITUMEN PLANT IN PT. PERTAMINA (PERSERO) GRESIK.

Budhi Wuragil Wahyu Nugroho (6313030001)


Abstrak

Bitumen Plant PT. Pertamina (Persero) di Gresik merupakan salah satu industri fabrikasi drum dan filling point aspal baik dalam bentuk aspal curah dalam trucks dan aspal curah dalam drums. Pada penyaluran aspal saat ini dari tangki timbun ke filling point aspal dalam drums masih belum menggunakan sistem otomatis dan masih adanya aspal yang terbuang. Dilakukannya perancangan ulang sistem pengisian aspal ini dalam rangka menambah keefektifan dari pengisian aspal dalam drums. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan perubahan posisi dan penambahan stopper valve, serta perancangan ulang sistem pengisian aspal menggunakan sistem pneumatik sebagai pengganti sistem manual. Ditambahkan dengan limit switch sebagai sensor berat. Dari hasil perbandingan pengisian aspal menggunakan sistem pneumatik dengan sistem manual terletak pada keakuratan dan kestabilan waktu pada saat pengisian aspal. Pada sistem pneumatik, jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengisi aspal ke dalam drum dan pergeseran drum penuh dengan drum kosong menjadi lebih stabil. Mesin pengisian aspal dengan sistem pneumatik membutuhkan 2 silinder pneumatik sebagai penggerak drum. Dari tabel didapatkan ukuran diameter piston 6,3 cm, tekanan udara 7 bar dan panjang langkah (stroke) 70 cm (melebihi diameter drum). Sedangkan sistem pneumatik yang berfungsi sebagai penggerak ball valve membutuh 2 rotary actuator,dari brosur didapatkan tekanan udara normal 7 bar dan tekanan udara maksimum 8,6 bar.


Abstract

Bitumen Plant PT. Pertamina (Persero) in Gresik is one of the industrial fabrication of drums and filling point in the form of asphalt in the asphalt bulk trucks and bulk asphalt in drums. At this time of distribution of asphalt storage tank to the filling point asphalt in drums still not using an automated system and the persistence of the asphalt is wasted. The conduct of redesign the asphalt filling system in order to increase the effectiveness of filling asphalt in drums. In this final project will be conducted changes and additions stopper valve position, and the redesign of the filling system asphalt using pneumatic system as a replacement for manual systems. Added to the limit switch as a weight sensor. From the comparison of asphalt filling using a pneumatic system with a manual system lies in the accuracy and stability of time when filling asphalt. In a pneumatic system, the time period required to fill the asphalt into the drum and the shift drum filled with empty drums to be more stable. asphalt filling machine with pneumatic system requires two pneumatic cylinders as the driving drum. From table is obtained piston diameter size 6.3 cm, air pressure is 7 bar and the step length (stroke) 70 cm (diameter exceeds the drums). While the pneumatic system that serves as a driver of ball valve are in need of two rotary actuator, from brochures is obtained normal air pressure is 7 bar and the maximum air pressure is 8.6 bar.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Nopem Ariwiyono
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2013


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.