PENERAPAN PREVENTIVE MAINTENANCE SISTEM KEMUDI FORKLIFT KOMATSU FD 25 JT

PREVENTIVE MAINTENANCE APPLICATION OF STEERING SYSTEM OF FORKLIFT FD 25 JT KOMATSU

Amir Juli Amsyah (6312030061)


Abstrak

Forklift merupakan peralatan yang sangat ideal untuk memindahkan beban berat dalam operasional industri ataupun kegiatan lainnya. Apabila sistem kemudi tidak bekerja dengan baik maka akan terjadi kerusakan pada komponen?komponen. Proses penggantian peralatan tersebut akan mengakibatkan kerugian operasional dan penurunan target keuntungan sehingga dihentikannya operasional forklift untuk beberapa waktu. Preventive Maintenance dapat digunakan untuk mencapai tingkat pemeliharaan yang tepat terhadap semua peralatan produksi agar diperoleh kualitas produk yang optimal. Metode yang digunakan adalah RPN (Risk Priority Number) dan FMEA, serta untuk mengetahui keandalan sistem dan analisa komponen kritis, perlu ditentukannya nilai RPN (Risk Priority Number) dan hasil analisa FMEA sebagai penentu nilai kritis dan penjadwalan yang tepat pada sistem kemudi sehingga diperoleh komponen steering axle dan bell crank. Berdasarkan perhitungan biaya dan penjadwalan Preventive Maintenance, jangka waktu perawatan 2 bulan adalah penjadwalan Preventive Maintenance dengan biaya maksimal yaitu Rp. 14,460,000,00. Sedangkan jangka waktu perawatan 6 bulan merupakan preventive maintenance dengan biaya minimal sebesar Rp. 11,160,000,00.


Abstract

Forklift is heavy machinery used to move something to another place for industrial operation or any other activity. If the driving system of which doesn?t work well, there will be a damage on the components. By replacing of those components, it will cause operational system loss and profit target discharge, so the forklift operation is suspended for a while. Preventive Maintenance can be used to reach perfect maintenance level for all production components in order to produce best quality products. The method that is used are RPN (Risk Priority Number) and FMEA, and to know the system?s reliability and critical component analysis, the RPN?s (Risk Priority Number) value and FMEA?s analysis result need to be chosen for determining critical value and perfect timing from steering system that gained from steering axle and bell crank. According to cost accounting and schedule of preventive maintenance, time period of 2 months is to handle preventive maintenance?s schedule with maximal cost Rp. 14,460,000,00. Afterward, a time period of 6 month of handling the preventive maintenance costs Rp. 11.160.000,00 in minimal.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Subagio Soim
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.