ANALISA BEBAN MOTOR INDUK (MAIN ENGINE) PADA KAPAL KMP. ERANA

KMP.ERANA MAIN ENGINE LOAD ANALYS

Feri Widyanto (6312030047)


Abstrak

ABSTRAK ANALISA BEBAN MESIN INDUK (MAIN ENGINE) PADA KAPAL KMP. ERANA Nama : Feri Widyanto NRP : 6312030047 Dosen Pembimbing : R. Dimas Endro Witjonarko, ST., MT KMP. ERANA adalah kapal penyeberangan milik PT. DHARMA LAUTAN UTAMA. Kapal ini dibuat dengan panjang 48,82 m, lebar 14 m, dan memiliki kecepatan 11 knot. Kapal ferry dengan kecepatan 11 knot pada umumnya memiliki harga Cb 0,7-0,85. Akan tetapi, pada kapal ferry KMP. Erana type single ended hanya memiliki harga Cb sebesar 0,66. Tentunya dengan Cb 0,66 akan berpengaruh pada beban engine serta konsumsi bahan bakar. Dalam tugas akhir ini, akan dilakukan analisa beban mesin induk (main engine) yang merupakan engine yang dipakai kapal dengan type 12 M26A 2 x 1100 HP dan melakukan perbandingan dengan engine caterpillar dan mtu. Berdasarkan perhitungan secara teoritis, perbandingan 3 engine kapal yaitu antara engine boudoin, caterpilar, dan mtu yang memiliki kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Pada engine boudoin kapal tidak dapat beroperasi secara penuh, karena pada rpm engine maksimal, daya engine yang dibutuhkan 4% diatas daya engine yang ada. Sedangkan caterpilar cenderung memiliki nilai konsumsi bahan bakar yang tinggi. Kata kunci : Tahanan propulsi, mesin induk, bahan bakar.


Abstract

ABSTRACT KMP. ERANA MAIN ENGINE LOAD ANALYSIS Name : Feri Widyanto NRP : 6312030047 Lecturer : R. Dimas Endro Witjonarko, ST., MT KMP. ERANA is a ferry belongs to DHARMA LAUTAN UTAMA Inc. It is 48,82 m, 14 m in width and can run up to 11 knot. Ferry with 11 knots velocity commonly has the price of CB 0,7-0,85. In spite of that, sigle ended type of KMP.ERANA ferry will have the price of 0,66 CB. Certainly,with thisamount of CB will affect the engine load and fuel consumtion. This final task will mainly discuss the main engine load analysis which is mountedin type of 12M26A 2 x1100 HP. There will be a comparisson with the engine of cartepillar and MTU. Based on theoritical calculation and comparison between the three ship engines, BOUDOIN, CATERPILAR and MTU, both have their own merits and demerits. BOUDOIN engine couldn?t operate optimally since the required power engine to achieve its maximum rpm engine and optimal state is 4% more above its available power. While CATERPILAR tends to have a high fuel consumption price. Keyword : Propulsion resistance, main engine, fuel oil .


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Dimas Endro Witjonarko
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.