PENGARUH KADAR GARAM TERHADAP DAYA REKAT CAT PADA LAMBUNG KAPAL

THE EFFECT OF SALINITY ON THE ADHESION OF PAINT TO THE HULL

Fahmi Syahrir Raharja (6312030046)


Abstrak

ABSTRAK Cat merupakan lapisan liquid yang diperlukan untuk melindungi permukaan badan kapal terutama pada bagian plat yang berada dibawah garis air untuk menimalisir terjadinya korosi. Kegagalan dalam pengecatan tersebut biasanya tidak langsung dirasakan tetapi akan muncul dikemudian hari seiring dengan berjalannya waktu setelah cat sudah diaplikasikan. Cat itu sendiri akan bertahan lama dan optimal dalam melindungi tergantung dari awal proses pengecatan. Dalam proses pengecatan pada badan kapal terlebih dahulu lambung kapal diskrap untuk menghilangkan terumbu karang yang menempel kemudian di-waterjetting untuk menghilangkan kadar garam dan zat kimia, pencucian dilakukan dengan standart NACE No.5/SSPC-SP 12 yaitu high-pressure waterjetting (HP WJ) dengan tekanan air sebesar 210 MPa. Plat lambung kapal yang telah di-waterjetting kemudian di-blasting agar permukaan plat memiliki kedalaman profile yang diperlukan sebagai pondasi pelapisan cat. Hasil yang diperoleh dari salt test pada pengujian ini, diketahui bahwa waterjetting dapat mengurangi nilai kadar garam pada spesimen uji sebesar 50 %. Serta hasil yang didapat dari cross cut diketahui bahwa lapisan cat yang menempel pada spesimen uji yang terlebih dahulu di-waterjetting memiliki nilai persent area removed lebih kecil 10 % di bandingkan dengan spesimen uji yang tidak dilakukan waterjetting. Hasil dari pengujian ini memberikan kesimpulan bahwa logam yang memiliki kadar garam dan melebihi nilai ketentuan kadar garam, lapisan cat yang dihasilkan tidak memiliki kerekatan yang baik. Kata kunci : waterjetting, blasting, cat


Abstract

ABSTRACT Paint is a liquid layer that is necessary to protect the surface of the hull, especially on the plate under the water line to minimize corrosion. Failure in the paint are usually not directly perceived, but will appear in the future as time passes after the paint has been applied. The paint itself will last a long time and optimal in protecting depends on the initial process of painting. In the process of painting the hull prior diskrap hull to remove the coral reefs in-waterjetting attached later to remove salinity and chemical substances, washing is done with standard NACE No.5 / SSPC-SP 12 waterjetting namely high-pressure (HP WJ ) with a water pressure of 210 MPa. Hull plate that had been on-waterjetting then-blasting the surface of the plate has a profile depth required as a foundation coating paint. Results obtained from the salt test in this test, it is known that waterjetting can reduce the salt content value on test specimens by 50%. As well as the results obtained from the cross cut known that the paint layer attached to the test specimens are first in-waterjetting have persent value smaller area removed 10% compared with the test specimens were not done waterjetting. Results of this test to the conclusion that the metal has a salt content and salt content exceeds the value of the provision, the resulting paint layer does not have good adhesion. Keywords: waterjetting, blasting, paint


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Endah Wismawati
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.