STUDI PERHITUNGAN BEBAN PENGKONDISI UDARA PADA KAPAL FERRY 5000 GT BERDASARKAN STANDAR ASHRAE (STUDI KASUS KMP LEGUNDI)

AIR CONDITIONING LOAD CALCULATION STUDY OF FERRY 5000 GT BASED ON ASHRAE STANDARD (KMP LEGUNDI STUDY CASE)

Hidayah Irsyad (6312030005)


Abstrak

KMP Legundi merupakan kapal penyeberangan kelas 5000 GT di perairan Indonesia, khususnya lintas Merak-Bakauheni. Kapal ini memiliki sistim pengkondisi udara basis HVAC sebagai penunjang pelayanan penumpang. Sistim pengkondisi udara pada kapal ini dibagi menjadi 5 sistim pendingin. Beban pendingin yang dibutuhkan pada masing-masing sistim pendingin kapal ini telah terancang 18786 W (sistim pendingin 1), 30376 W (sistim pendingin 2), 48766 W (sistim pendingin 3 dan 4) dan 32978 W (sistim pendingin 5). Kompresor yang terpasang pada masing-masing sistim pendingin membutuhkan waktu lama dalam mendinginkan ruangan sesuai dengan perancangan beban pendingin awal. Masalah ini dimungkinkan terjadi akibat salah dalam menentukan besar cooling capacity. Beban pendingin dihitung ulang berdasarkan standar American Society of Heating, Refrigeration, and Air Conditioning Engineers (ASHRAE) untuk memperoleh daya kompresor yang sesuai dengan beban pendingin faktual. Presentase perhitungan beban pendingin faktual untuk sistim pendingin 1 naik sebesar 39% dari perancangan beban awal, sedangkan presentase perhitungan beban pendingin faktual untuk sistim pendingin 2, 3 dan 4, serta 5 turun sebesar 13%, 44%, dan 9% dari perancangan beban awal. Hasil daya kompresor yang sesuai dengan beban pendingin faktual lebih besar dibandingkan daya kompresor yang terpasang. Besar daya kompresor yang diperoleh sebesar 61 kW (sistim pendingin 1), 62 kW (sistim pendingin 2), 64 kW (sistim pendingin 3 dan 4) dan 70 kW (sistim pendingin 5).


Abstract

KMP Legundi a ferry with 5000 GT in Indonesian strait, especially Merak-Bakauheni cross. This vessel have an air conditioning system base HVAC as passenger services support. Air conditioning systems on this ship is devided into five cooling system. Heat load appears on each this vessel cooling system has been designed 18786 W (cooling system 1), 30376 W (cooling system 2), 48766 W (cooling system 3 and 4) and 32978 W (cooling system 5). Compressor installed on each cooling system takes a long time to cool the room, according to the initial design. This problem might happen as a result of detemining the cooling capacity is wrong. Cooling load is recalculated based on the standards of the American Society of Heating, Refrigeration and Air Conditioning Engineers (ASHRAE) to obtain power compressors inaccordance with the cooling load factual. Percentage calculation of cooling load factual to the cooling system 1 increased by 39% from preliminary design, while the precentage calculation of cooling load factual to the cooling system 2, 3


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :George Endri K
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.