Anailsa Performa Heat Exchanger Mesin Induk Pada KM.Narita

PERFORMANCE ANALYSIS OF HEAT EXCHANGER IN MAIN ENGINE AT NARITA SHIP

Bekti Nur Mustakim (6311030064)


Abstrak

ABSTRAK Setiap mesin induk mempunyai sistem pendinginan yang digunakan untuk mendinginkan block silinder.sistem pendinginan pada mesin induk KM.Narita menggunakan closed loop cooling system dimana menggunakan air tawar untuk mendinginkan silinder block pada mesin induk.keluaran air tawar bekas pendinginan digunakan lagi namun sebelum digunakan air tawar diproses terlebih dahulu di heat exchanger untuk diturunkan temperaturnya sesuai desain.untuk mendapatkan temperatur air tawar yang sesuai desain mesin induk maka perforamansi dari heat heat exchanger sangatlah penting. Air tawar keluaran dari heat exchanger mesin induk mempunyai selisih yang kecil antara temperatur air tawar masuknya.temperatur air tawar tertinggi masuk ke heat exchanger adalah176?F atau 80?C sedangkan temperatur keluarnya 165.2?F atau 74?C.temperatur yang diharapkan oleh mesin induk untuk kondisi normal 131?F sampai 149?F atau 55?C sampai 65?C.temperatur air tawar keluaran dari heat exchanger seharusnya dapat menurun hingga kondisi normal.penyebab penurunan performansi dapat diketahui dengan dilakukan perhitungan dan analisa pada heat exchanger. Nilai LMTD yang melebihi kondisi awal desain adalah salah satu penyebab penurunan performa dari heat exchanger.pada kondisi awal desain nilai LMTD adalah 57.71?F atau 32.06?C namun dalam kondisi aktualnya nilai LMTD yang terendah adalah 62.93?F atau 34.96?C sedangkan nilai LMTD tertinggi adalah 84.55?F atau 46.97?C.selain itu jumlah panas kondisi actual sangatlah rendah jika dibandingkankan pada kondisi awal desain.pada kondisi awal desain jumlah panas adalah 1296646.811 BTU/hr sedangkan pada kondisi actual jumlah panas yang terendah adalah 311195.234 BTU/h dan yang tertinggi adalah 466792.852 BTU/hr.faktor yang paling utama menentukan penurunan performa adalah nilai koeffisien perpindahan panas menyeluruh (U) dan faktor pengotoran (Rd). nilai U pada kondisi awal desain adalah 164.113 BTU/( hr.?ft?^2.F) sedangkan nilai Upada kondisi aktual yang terendah adalah 20.645 BTU/(hr.?ft?^2F) dan nilai yang tertinggi adalah 41.605 BTU/(hr.?ft?^2.F).nilai Rd pada kondisi awal desain adalah 0.000136(hr.?ft?^2.F)/ BTU sedangkan pada kondisi aktual nilai Rd yang tertinggi adalah adalah 0.030(hr.?ft?^2.F)/BTU dan yang terendah adalah 0.017(hr.?ft?^2.F)/BTU.nilai Rd pada kondisi actual melebihi nilai Rd pada kondisi awal desain hal ini menunjukkan telah terjadi pengotoran melebihi kondisi awalnya sehingga membuat performa dari heat heat exchanger mengalami penurunan. Kata Kunci : Closed Loop Cooling System,Heat Exchanger,Performa Kondisi Awal Desain dan Kondisi Aktual. ABSTRAK Setiap mesin induk mempunyai sistem pendinginan yang digunakan untuk mendinginkan block silinder.sistem pendinginan pada mesin induk KM.Narita menggunakan closed loop cooling system dimana menggunakan air tawar untuk mendinginkan silinder block pada mesin induk.keluaran air tawar bekas pendinginan digunakan lagi namun sebelum digunakan air tawar diproses terlebih dahulu di heat exchanger untuk diturunkan temperaturnya sesuai desain.untuk mendapatkan temperatur air tawar yang sesuai desain mesin induk maka perforamansi dari heat heat exchanger sangatlah penting. Air tawar keluaran dari heat exchanger mesin induk mempunyai selisih yang kecil antara temperatur air tawar masuknya.temperatur air tawar tertinggi masuk ke heat exchanger adalah176?F atau 80?C sedangkan temperatur keluarnya 165.2?F atau 74?C.temperatur yang diharapkan oleh mesin induk untuk kondisi normal 131?F sampai 149?F atau 55?C sampai 65?C.temperatur air tawar keluaran dari heat exchanger seharusnya dapat menurun hingga kondisi normal.penyebab penurunan performansi dapat diketahui dengan dilakukan perhitungan dan analisa pada heat exchanger. Nilai LMTD yang melebihi kondisi awal desain adalah salah satu penyebab penurunan performa dari heat exchanger.pada kondisi awal desain nilai LMTD adalah 57.71?F atau 32.06?C namun dalam kondisi aktualnya nilai LMTD yang terendah adalah 62.93?F atau 34.96?C sedangkan nilai LMTD tertinggi adalah 84.55?F atau 46.97?C.selain itu jumlah panas kondisi actual sangatlah rendah jika dibandingkankan pada kondisi awal desain.pada kondisi awal desain jumlah panas adalah 1296646.811 BTU/hr sedangkan pada kondisi actual jumlah panas yang terendah adalah 311195.234 BTU/h dan yang tertinggi adalah 466792.852 BTU/hr.faktor yang paling utama menentukan penurunan performa adalah nilai koeffisien perpindahan panas menyeluruh (U) dan faktor pengotoran (Rd). nilai U pada kondisi awal desain adalah 164.113 BTU/( hr.?ft?^2.F) sedangkan nilai Upada kondisi aktual yang terendah adalah 20.645 BTU/(hr.?ft?^2F) dan nilai yang tertinggi adalah 41.605 BTU/(hr.?ft?^2.F).nilai Rd pada kondisi awal desain adalah 0.000136(hr.?ft?^2.F)/ BTU sedangkan pada kondisi aktual nilai Rd yang tertinggi adalah adalah 0.030(hr.?ft?^2.F)/BTU dan yang terendah adalah 0.017(hr.?ft?^2.F)/BTU.nilai Rd pada kondisi actual melebihi nilai Rd pada kondisi awal desain hal ini menunjukkan telah terjadi pengotoran melebihi kondisi awalnya sehingga membuat performa dari heat heat exchanger mengalami penurunan. Kata Kunci : Closed Loop Cooling System,Heat Exchanger,Performa Kondisi Awal Desain dan Kondisi Aktual.


Abstract

ABSTRACT Each main engine has a cooling system that is used to cool the cooling block silinder.sistem at Narita ship main engine uses the closed loop cooling system which uses fresh water to cool the cylinder block for engine cooling induk.keluaran former freshwater used again but before the use of fresh water is processed the first heat exchanger temperature lowered according desain.untuk to obtain fresh water suitable temperature design, the performance of the main engine heat exchanger heat is very important. Freshwater output of main engine heat exchanger has a small difference between the temperature of the fresh water entering masuknya.temperatur highest freshwater heat exchanger to 176 ? F or 80 ? C while the temperature of 165.2 ? F or discharge of 74 ? C.temperatur expected by the parent machine for normal conditions of 131 ? F to 149 ? F or 55 ? C to 65 ? C.temperatur freshwater output of the heat exchanger should be decreased to decrease normal.penyebab performance conditions can be determined by calculation and analysis of heat exchangers. LMTD values that exceed initial design conditions is one of the causes of heat loss in performance exchanger.pada baseline design LMTD value is 57.71 ? F or 32.06 ? C, but the actual conditions LMTD lowest value is 62.93 ? F or 34.96 ? C while the value of LMTD The highest is 84.55 ? F or 46.97 ? C. amount of heat is lower than the actual conditions on the initial conditions desain.dikondidisi initial design is a hot number 1296646.811 BTU/hr whereas the actual condition of the lowest amount of heat is 311195.234BTU/h and the highest is 466792.852BTU/hr .It most important determining decline performance is the value of overall heat transfer coefficient (U) and the fouling factor (Rd). the value of U at the beginning of the design conditions are 164 113 BTU/( hr.?ft?^2.F) while the value of the actual condition of the lowest U is 20,645 BTU/( hr.?ft?^2.F) and the highest value is 41,605 BTU/( hr.?ft?^2.F) the value Rd on the starting design is 0.000136(hr.?ft?^2.F)/BTU whereas the actual condition is the highest value of Rd is 0.030(hr.?ft?^2.F)/BTU and the lowest was 0.017(hr.?ft?^2.F)/BTU.Rd value exceeds the value of the actual conditions on the initial conditions of design Rd this show has been going on fouling exceeds the initial conditions so as to make the performance of heat exchangers heat decreased. Keywords: Closed Loop Cooling System, Heat Exchanger, Design and Performance of Initial Condition Actual Condition.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Agung Purwana
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.