ANALISA PENGARUH HEAT INPUT TERHADAP PENYUSUTAN MATERIAL A 53 Gr. B PADA DESUPERHEATER

ANALYSIS of HEAT INPUT EFFECT ON MATERIAL DEPRECIATION A 53 Gr. B ON DESUPERHEATER

Helmi Azhar Farouqi (6311030039)


Abstrak

Pada proses pengerjaan fabrikasi material A 53 Gr. B pada instalasi Desuperheater yang dikerjakan di PT. Tuban Steel Work terdapat penyusutan material akibat pengelasan. Saat pengelasan, sumber panas berjalan terus dan menyebabkan perbedaan distribusi temperatur pada logam sehingga terjadi pemuaian dan penyusutan yang tidak merata. Penelitian ini dilakukan dengan proses Fit Up, pengukuran dimensi setelah Fit Up, pengelasan, kemudian dilakukan pengukuran ulang dimensi material setelah pengelasan. Sehingga dapat diketahui bagaimana perlakuan terhadap material A 53 Gr. B. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa material A 53 Gr. B memiliki nilai penyusutan terbesar yang terdapat pada material A 53 Gr. B pada Desuperheater joint C1.01 sebesar -2,6 mm dengan nilai heat input sebesar 67923 kJ/mm, sedangkan untuk nilai penyusutan terkecil terdapat pada joint C1.03 sebesar -0,25 mm dengan nilai heat input sebesar 50826 kJ/mm. Hal ini dikarenakan pada daerah joint C1.01 tidak dikontrol nilai interpass temperature-nya pada saat proses pengelasan, sehingga pada daerah ini mengalami penyusutan yang cukup besar dimana semakin banyak panas yang diterima maka semakin besar nilai penyusutan pada daerah tersebut. Kata Kunci : Heat Input , Deviation, Interpass Temperature, Joint.


Abstract

On the process of fabrication of A 53 Gr. B materials at Desuperheater installation in PT. Tuban Steel Work contained found that there is material shrinkage due to welding. While welding was implemented, heat source goes on and causes differences in temperature distribution in the metal resulting in uneven expansion and contraction. This study was conducted with the Fit Up, dimensional measurements after Fit Up, welding, and then re-measured after welding material dimension. So that it can be seen how the treatment of the material A 53 Gr. B. This research has proves that the material A 53 Gr. B has the largest depreciation value on joint Desuperheater C1.01 of -2.6 mm with a heat input value of 67 923 kJ / mm, while for the smallest depreciation value on the joint C1.03 was -0.25 mm with a heat input value of 50 826 kJ / mm. Because there is no control of interpass temperature in joint C1.01 area during welding proces. This condition causes quite large shrinkage in this area. More heat was received, the depreciation was greater. Keywords: Heat Input , Deviation, Interpass Temperature, Joint.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Budi Prasojo
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.