Desain Cooler Sebagai Penambah Kapasitas Pendingin Pada Genset No.8 Cummins Type KTA38G5(Study Kasus Di Pusdiklat Migas Cepu)

Design Cooler Cooling Capacity Enhancement In 8 Cummins Genset Type KTA38G5 (Case Study at Oil and Gas Education and Training Center Cepu)

Hermilih Siregar (6311030028)


Abstrak

Alat penukar panas (heat exchanger) memiliki peran yang sangat penting didalam dunia industri, khususnya pada industri minyak dan gas bumi. Alat penukar panas ini berfungsi untuk menaikkan suhu fluida yang lebih rendah atau mendinginkan suhu fluida yang lebih tinggi. Dalam system prime mover, alat penukar panas ini dipergunakan untuk sistem pendingin engine, baik sebagai pendingin utama maupun sebagai pending tambahan sehingga engine dapat beroperasi lebih optimal. Di powerplant Pusdiklat Migas Cepu, alat penukar panas ini berfungsi sebagai penambah kapasitas pendingin utama dengan mengambil sebagian panas dari air pendingin diesel engine. Hal ini dikarenakan pada sistem pendingin utama (radiator) sudah tidak mampu lagi mengambil sebagian panas yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar didalam ruang bakar. Kondisi ini menyebabkan temperatur diesel engine menjadi over heat temperatur dan diesel engine tidak dapat beroperasi secara optimal. Salah satu genset di Pusdiklat Migas Cepu, Genset NO.8 Cummins Type KTA 38 G5,USA 1998 dengan kapasitas 1000KVA mengalami permasalahan pada engine diesel terjadi over heating yang dikarenakan oleh debu dan kotoran yang menempel pada kisi-kisi radiator serta faktor usia yang membuat radiator tidak berfungsi optimal,sehingga proses heat transfer tidak bisa maksimal dan mesin hanya mampu beroperasi pada pembebanan 240 kW (30%) dari beban maksimum. Dari hasil analisa dan pengamatan di lapangan, permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan penambahan cooler sebagai penambah kapasitas pendingin dan dipasang seri dengan radiator. Sehingga mesin dapat beroperasi dengan temperature operasi normal.


Abstract

Heat exchanger (heat exchanger) has a very important role in the industrial world, particularly in the oil and gas industry. This heat exchanger is used to raise the temperature of the fluid cools lower or higher temperature fluid. In a prime mover system, a heat exchanger is used for engine cooling system, either as a primary coolant and as additional pending so that the engine can operate more optimally. In the Oil and Gas Training Center Cepu powerplant, this heat exchanger serves as an addition to the main cooling capacity by taking some of the heat from the diesel engine cooling water. This is because the main cooling system (radiator) is no longer able to take some of the heat generated by the combustion of fuel in the combustion chamber. This condition causes the temperature of the diesel engine becomes over-heat temperature and diesel engines can not operate optimally. One of the generators in the Oil and Gas Education and Training Center Cepu, NO.8 Genset Cummins KTA 38 Type G5, USA in 1998 with a capacity of 1000KVA diesel engines had problems with over-heating occurs due to the dust and dirt on the radiator grille and the age factor that makes radiators not function optimally, so that the process of heat transfer can not be maximized and the engine is only capable of operating at 240 kW load (30%) of the maximum load. From the analysis and field observations, problems that occur can be overcome by the addition of cooler to supplement the cooling capacity and are installed in series with the radiator. So that the machine can be operated by normal operating temperature.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :George Endri K
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.