ANALISA TEGANGAN GESER YANG TERJADI ANTARA POROS PROPELLER DENGAN BANTALAN PADA STERN TUBE PELUMASAN AIR LAUT KM. OKAKAYAMA

ANALYSIS OF SHEAR STRESS BETWEEN PROPELLER SHAFT AND STERN TUBE BEARING LUBRICATION OF SEA WATER KM. OKAYAMA

Hendra Setiawan (6310030058)


Abstrak

ABSTRAK Analisa Tegangan Geser yang Terjadi Antara Poros Propeller dengan Bantalan Pada Stern Tube Pelumasan Air Laut KM. OKAYAMA Oleh Hendra Setiawan 6310030058 Fungsi bantalan di dalam stern tube adalah sebagai penyangga poros propeller, mengurangi koefisien gesekan antara poros dan stern tube, menjadikan poros dan stern tube tidak aus karena tidak bergesekan secara langsung, melainkan bergesekan dengan bantalan. Untuk mengurangi gesekan antara poros dan bantalan maka digunakan sistem pelumasan didalam stern tube, pelumasan ini menggunakan sistem pelumasan air laut. Kasus yang terjadi pada KM. OKAYAMA, terjadi kebocoran pelumas air laut melewati stern tube yang masuk kedalam kamar mesin. Untuk mengetahui penyebab kebocoran maka diperlukan analisa clearance maksimum yang diijinkan, analisa tegangan geser, analisa ketebalan lapisan minimum pelumas (minimum film thickness) antara poros propeller dan bantalan serta analisa tekanan maksimum pelumas sebagai akibat dari kebocoran pelumasan air laut di dalam kamar mesin KM. OKAYAMA. Dari hasil perhitungan didapat bahwa clearance maksimum yang diijinkan sebesar 3,69 mm. Besar tegangan geser maksimum yang diijinkan sebesar 3,16 dyn/cm2 dan ketebalan minimum lapisan pelumas (minimum film thickness) yang diijinkan sebesar 3,061 mm dan eksentrisitas sebesar 0,627 mm. Serta tekanan maksimum lapisan pelumas yang diijinkan sebesar 7,61 Psi. Kata kunci: Tegangan geser, minimum film thickness, eksentrisitas, bantalan.


Abstract

ABSTRACT Analysis of shear stress between propeller shaft and stern tube bearing lubrication of sea water KM. OKAYAMA By Hendra Setiawan 6310030058 The function of bearing inside the stern tube is as a buttress of propeller shaft , reducing coefficient friction between shaft and stern tube, makes shaft and stern tube not worn-out because rub against each other directly, but rather rub against pads. The lubrication system is used to reduce friction between shaft and pads, this lubrication is using water sea lubricating system. Case in KM. OKAYAMA, lubricant leakage of sea water through the stern tube that goes into the engine room. To find out the cause of the leakage is needed analysis of maximum clearance allowed, analysis of shear stress, analysis minimum thickness films of lubricant between the propeller shaft and bearing, along with analysis of maximum preassure lubricated as a result of lubrication leakage sea water lubrication in the engine room of KM. OKAYAMA. The calculation results obtained that the magnitude of the maximum clearance allowed is at 3,69 mm, maximum shear stress allowed in the amount of 3,16 dyn/cm2, minimum film thickness of lubricant layer allowed of 3.061 mm layer of lubricant and 0,627 mm of eccentricity. Along with maximum preassure allowed is at 7,61 Psi. Key word: shear stress, minimum film thickness, eccentricity, bearing


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Subagio Soim
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.