Analisa Perbandingan Pemakaian 2 Mesin Induk Dengan 1 Mesin Induk Pada KMP 200 DWT

COMPARATIVE ANALYSIS OF THE USE OF TWO ENGINE AIRCRAFT WITH A SINGLE ENGINE AIRCRAFT IN 200 DWT PASSENGER BOAT (CASE STUDIES 200 DWT PASSENGER BOAT OWNED DIRJEN HUBLA JAKARTA)

Wahyu Dwi Saputro (6310030044)


Abstrak

Penentuan sebuah mesin induk harus dipertimbangkan kebutuhan gaya dorong atau (thrust), dan biaya operasional penggerak kapal yang mampu bekerja maksimal maka diperlukan studi khusus untuk mempertimbangkan kebutuhan gaya dorong yang sesungguhnya untuk kapal ini dan dilihat juga dari segi penekanan biaya operasional kapal.Pada kapal motor penumpang 200 DWT, telah didesign dan menggunakan 2 mesin induk dengan merk Mitsubishi S6B3-MPTK dengan HP (Horse Power) 500 HP, 380 kW, 2000 RPM. Dalam pengambilan tugas akhir ini dilakukan di PT. F1 Perkasa Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah dengan menghitung pembelian mesin induk yang baru, pengeluaran bahan bakar, biaya pengeluaran bahan bakar per tahun. Dari hasil analisa diketahui bahwa pemakaian satu mesin induk lebih menguntungkan dari pada pemakaian dua mesin induk dari sisi pembelian mesin induk selisih Rp. 144.149.950,-, pengeluaran bahan bakar selisih sebanyak 30,353 Ton per tahunnya, pengeluaran biaya bahan bakar sebanyak Rp. 300.000.000,-. Kata Kunci : KMP 200 DWT, Effisiensi, SFOC


Abstract

Determination of a parent should consider the needs engine thrust or (thrust), and the operating costs of ships capable of driving up to the necessary study work specifically to consider the needs of the real thrust for the ship and seen also in terms of operational cost containment vessel. On the passenger boat 200 DWT, has been designed and used 2 main engine with Mitsubishi S6B3 - MPTK with HP (Horse Power) 500 HP, 380 kW, 2000 rpm. In making this final project at PT . F1 Perkasa Banyuwangi. The method used in this thesis is to calculate the purchase of new aircraft engines, fuel expenses, fuel expenses per year. From the analysis it is known that the use of the main engine is more beneficial than the use of two main engine of the aircraft engine purchase Rp. 144.149.950,-, the difference in fuel spending as much as 30.353 tons per year, fuel expenses as much as Rp. 300.000.000,-. Keywords : KMP 200 DWT, Efficiency, SFOC


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Agung Purwana
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.