STUDI HUBUNGAN ANTARA RUMAH PASAK DENGAN DIAMETER POROS PROPELLER

STUDY BETWEEN KEYWAY WITH PROPELLER SHAFT DIAMETER

Leo Nardo Davichi (6310030042)


Abstrak

ABSTRAK STUDI HUBUNGAN ANTARA RUMAH PASAK DENGAN DIAMETER POROS PROPELLER Oleh Leo Nardo Davichi NRP : 6310030042 Secara umum, sistem propulsi terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, antara lain : (a) Motor Penggerak Utama (main engine); (b) Sistem Transmisi ; dan (c) Alat Gerak (propulsor). Rumah pasak adalah tempat kedudukan atau melekatnya pasak propeller. Pasak yang terlalu panjang tidak dapat menahan tekanan poros yang merata pada permukaannya. Jika terdapat pembatasan ukuran pada naf atau poros, dapat dipakai ukuran yang tidak standar atau diameter poros perlu dikoreksi Putaran mesin ditransmisikan ke propeller melalui poros, maka poros sangat mempengaruhi kerja mesin bila terjadi kerusakan. Kedudukan poros propeller dengan mesin induk adalah harus segaris atau dengan kata lain harus dalam satu garis sumbu. Perlu digaris bawahi bahwa antara diameter poros propeller dengan pasak harus seimbang dalam arti tidak boleh poros dengan diameter besar memakai pasak yang kecil begitu juga sebaliknya, poros kecil pasaknya besar. Dalam field project ini menggunakan tiga data kapal yang berbeda ukuran, kapal kecil, kapal sedang dan kapal besar. Dari hasil perhitungan bahwa diameter poros propeller KM. Albert 1 adalah 320.68 mm sedangkan dimensi pasaknya 160 mm x 60 mm x 33 mm, KM. Bintang Samudra diameter porosnya 357.9 mm dengan dimensi pasak 312 mm x 117 mm x 65 mm dan kapal milik TNI diameter porosnya 485.9 mm serta dimensi pasaknya 440 mm x 165 mm x 92 mm. Ketiga poros propeller tersebut menggunakan bahan baja karbon JIS dengan kekuatan tarik sebesar 58 kg/mm?. Karena lebar dan tinggi pasak sudah distandarkan, maka beban yang ditimbulkan oleh gaya yang besar hendaknya diatasi dengan menyesuaikan panjang pasak. Kata kunci : Sistem propulsi, Kedudukan poros propeller, Pasak, Rumah pasak, Diameter poros.


Abstract

ABSTRACT STUDY BETWEEN KEYWAY WITH PROPELLER SHAFT DIAMETER By Leo Nardo Davichi NRP : 6310030042 In general, the propulsion system consists of three (3) main components, among others : (a) Motor Prime Mover (main engine), (b) Transmission System, and (c) Motion Equipment (propulsor). Spie is the locus or propeller attachment pegs. Spie that are too long can not withstand the pressure evenly on the shaft surface. If there are restrictions on the size of the hub or shaft, can be used non standard size or diameter of the shaft needs to be corrected. Engine speed transmitted to the propeller through a shaft, the shaft greatly affect the engine in the event of damage. Position with the propeller shaft main engine should be in line or other words must be balanced in the sense that should not be wearing a large diameter shaft with a small spie and reverse, a small shaft make large spie. In this field project using three different sizes of data ship, small ship, medium ship, and big ship. From the calculation that the propeller shaft diameter KM. Albert 1 is 320.68 mm while the spie dimensions 160 mm x 60 mm x 33 mm, KM. Bintang Samudra 357.9 mm diameter shaft with spie dimensions 312 mm x 117 mm x 65 mm and the ships TNI 485.9 mm diameter shaft with spie dimensions 440 mm x 165 mm x 92 mm. The third propeller shaft using JIS carbon steel with a tensile strenght of 58 kg/mm?. Because of the width and height of the spie has been standardized, the load posed by a large force should be overcome by adjusting the spie length. Key words : Propulsion system, Position Shaft Propeller, Diameter of a Shaft, Spie and Keyway.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Wahyudi
Dosen Pembimbing 2 : Wahyudi

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.