PERFORMANSI COMBUSTER PADA SISTEM GAS ENGINE POWER PLANT UNTUK BEBAN BERVARIASI (STUDI KASUS di THE LINDE GROUP)

COMBUSTER PERFORMANCE OF GAS ENGINE POWER PLANT SYSTEM FOR VARIATION LOAD

Kusuma Rizki Yulianto (6310030029)


Abstrak

ABSTRAK Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) merupakan sebuah teknologi power generator yang kompleks; menggunakan gas engine sebagai prime mover. The Linde Group memanfaatkan empat unit gas engine yang diproduksi oleh WAUKESHA dengan tipe APG 18V/220GL berkapasitas 4 x 3100kWm dan output daya elektrik sebesar 4 x 3016kWe. Keempat unit tersebut dioperasikan dengan tiga unit aktif dan yang satu sebagai emergency unit. Keberhasilan pembakaran yang terjadi di masing-masing silinder menentukan unjuk kerja sebuah gas engine. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui unjuk kerja ini adalah temperatur gas buang; di industri parameter tersebut dideteksi secara komputerisasi di setiap silinder. Gas engine WAUKESHA APG 18V/220GL sering mengalami masalah pada sistem pembakaran yang dapat menyebabkan tripped; walaupun hanya satu silinder yang bermasalah. Identifikasi lebih dini terhadap situasi temperatur gas buang ini dapat menjadi pertimbangan untuk penjadwalan perawatan; merujuk pada standar commissioning temperatur rata-rata gas buang 438?C. Hasil analisis data operasional selama tujuh hari kerja memperlihatkan potensi penyimpangan temperatur gas terjadi pada beban 680kWe (A7 dan B8), 1600kWe (B9), dan 1970kWe (B9). Hasil analisis sumber gangguan operasional pembakaran tersebut mengarah pada check valve tidak berfungsi; karena endapan kandungan bahan bakar (natural gas) yang menimbulkan situasi lengket pada valve seal. Sehingga, aliran fuel ke ruang bakar turun (miskin bahan bakar). Temperatur gas tertinggi dan aman mencapai 462?C (5% lebih tinggi dibanding standar commissioning). Kata kunci: Gas Engine, Pembakaran, Gas Buang, Check Valve, Valve Seal dan Standar Komisioning.


Abstract

ABSTRACT Gas power plant is a complex power generator technology which uses a gas engine as prime mover. Currently, The Linde Group operates four unit of gas engines APG 18V/220GL type that is produced by WAUKESHA. The total capacity of this prime mover is four times to 3100kWm and the electrical power is four times to 3016kWe. The three units of them are operated actively and the other one is stand by as an emergency unit. The combustion that happened in each cylinder provides the performance of gas engine. One of the indicators which are used to identify the performance is exhaust gas temperature. In industries, this temperature is detected by computerize in each cylinder. The WAUKESHA APG 18V/220GL engine has been tripped many times because of failure combustion system; although only one cylinder. Earlier identification on the exhaust gas temperature could be considerate to do maintenance scheduling. Refer to the standar, the average exhaust gas temperature is 438?C based on the commissioning result on the 2009. The result of this analysis refer to the seven work days data shows the potential error of exhaust gas temperature was happened at the load of 680kWe (A7 and B8), 1600kWe (B9) and 1970kWe (B9). This disturbance of the combustion tends to the malfunction of check valve which is caused the deposit due to the fuel contens (natural gas). This deposit induce to the sticky matter which is produced when the combustion processing. Flows to the combustion chamber reduce or be poor fuel. The highest temperature of gas reach at 462?C means 5% higher than commissioning standart. Keywords: Gas Engine, Combustion, Exhaust Gas, Check Valve, Valve Seal and Commissioning Standart.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Ratna Budiawati
Dosen Pembimbing 2 : Ratna Budiawati

Program Studi : D3 - TEKNIK PERMESINAN KAPAL
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.