Analisa perbandingan kekuatan filler kuningan boraks dengan filler tembaga pada pipa carbon steel dengan proses las OAW

analysis of comparative strength borax brass with copper filler in carbon steel pipe in the welding process OAW

Yoga Prawira Kundrawan (6213030028)


Abstrak

Di dunia pengelasan terdapat banyak jenis dan tipe pengelasan. Ada SMAW, GMAW, OAW, dll. Dan secara mayoritas proses penyambungan pipa pada umumnya di lapangan itu menggunakan proses las OAW. Pengelasan OAW juga satu tipe dengan soldering dan brazing. Sama sama mencairkan base metal dan filler pengisinya. Banyak yang kurang mengetahui tentang adanya proses brazing secara umum. Dari situlah penelitian ini di ambil. Dimana untuk mengetahui seberapa besar kuat tarik pada sambungan brazing butt joint yang pada umumnya dilapangan itu dilakukan dengan perbedaan base metal (logam induk) dengan filler metal (pengisi) nya. Bahan yang digunakan sebagai base metal (logam induk) yaitu carbon steel sedangkan filler metal (pengisi) menggunakan kuningan dengan boraks dan tembaga. Hasil yang diperoleh setelah di uji sesuai standard ASME IX 2013 kekuatan tarik yang muncul untuk kedua filler metal (pengisi) untuk kuningan 77.13 MPa dan untuk tembaga 88.99 MPa . Dari hasil penelitian ini lah bahwa variasi penyambungan dapat berpengaruh terhadap kekuatan tarik yang di hasilkan . Kata kunci : pengelasan OAW, brazing, filler metal (logam pengisi), kuningan dengan boraks dan tembaga, uji tarik.


Abstract

In the world there are many types of welding. Such as SMAW, GMAW, OAW, etc. And the majority of the connecting pipe in generally at the shipyard using OAW welding process. Welding OAW also one type with soldering, brazing process in general. From there this study were taken. Where to find out how much tensile strength in brazed butt joint is generally in the shipyard was performed with distinction base metal and filler metal. The materials used a the base metal is carbon steel pipe while using a filler metal brass with borax and copper. The results obtained after tested according to standard ASME IX (2013) tensile strength that emerged for the second filler metal to brass to copper 77.13 MPa and 88.99 MPa . From the result of this study that the splicing variaton can effect the tensile strength at yield. Key word : OAW welding, brazing, filler metal, brass with borax and copper. Tensile test


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Heru Lumaksono
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK BANGUNAN KAPAL
Angkatan : 2013


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.