PENGARUH VARIASI KUAT ARUS DALAM PENGELASAN FCAW TERHADAP MECHANICAL PROPERTIES MATERIAL BAJA

EFFECT OF VARIATION IN STRONG CURRENT FCAW WELDING MATERIAL ON STEEL OF MECHANICAL PROPERTIES

Arif Putra Ardiansyah (6213030023)


Abstrak

ABSTRAK PENGARUH VARIASI KUAT ARUS DALAM PENGELASAN FCAW TERHADAP MECHANICAL PROPERTIES MATERIAL BAJA Oleh: Arif Putra Ardiansyah NRP: 6213030025 Pengelasan merupakan suatu pekerjaan yang sangat dibutuhkan dalam proses pengerjaan di bidang perkapalan, pembuatan boiler, jembatan dan lain-lain. Pengelasan tersebut mempunyai banyak jenis proses las dan posisi pengelasan. Pada penelitian kali ini pengelasan yang akan di teliti adalah pengelasan dengan proses FCAW (Flux Cored Arc Welding) dengan posisi pengelasan 1G dimana pada penelitian yang di kerjakan ini meneliti sifat mekanik untuk mengetahui kualitas hasil pengelasan dari baja karbon rendah SA 36 yang di tinjau dari penggunaan variasi kuat arus ketika di lakukannya aplikasi pengelasan Pada penelitian ini pengujian yang di gunakan adalah pengujian tarik dan kekerasan di mana pengujian tarik dan Kekerasan tersebut termasuk pengujian Destructive Test ( bersifat merusak ) dan pengujian Makro Etsa dimana pengujian tersebut termasuk pengujian Non Destructive Test (tidak bersifat merusak). Pada pengujian tarik yang telah di lakukan menunjukan bahwa penggunaan variasi kuat arus berpengaruh pada nilai rata-rata kuat tarik di semua Base Metal hal itu terbukti bahwa di base metal 1 yang menggunakan kuat arus rendah dalam aplikasi pengelasannya memiliki nilai rata-rata kuat tarik paling tinggi yaitu sebesar 482.675 Mpa dan juga memiliki nilai rata-rata hardness di bagian weld metal sebesar 227.5 HVN serta di bagian HAZ sebesar 196 HVN untuk Base Metal 3 yang dalam pengelasannya menggunakan kuat arus sedang memiliki nilai kuat tarik sebesar 482.30 Mpadan juga memiliki nilai rata-rata hardness di bagian weld metal sebesar 227.7 HVN serta di bagian HAZ sebesar 189.9 HVNsedangkan untuk base metal 2 yang menggunakan kuat arus tinggi dalam pengelasannya memiliki nilai kuat tarik paling rendah yaitu sebesar 480.470 Mpadan juga memiliki nilai rata-rata hardness di bagian weld metal sebesar 239.7 HVN serta di bagian HAZ sebesar 193.9 HVN. Untuk pengujian Makro Etsa yang telah di lakukan menunjukan hasil bahwa tidak ada cacat yang terdeteksi di semua base metal baik base metal yang dalam aplikasi pengelasannya menggunakan Kuat Arus rendah, sedang maupun tinggi namun untuk lebar HAZ yang paling lebar terletak pada base metal 2 yang dalam aplikasi pengelasannya menggunakan Kuat Arus tinggi.Sedangkan dari pengujian Hardness yang di lakukan di ketahui nilai Kata kunci :Pengelasan FCAW, HAZ, Kuat Tarik, Kekerasan,Makro Etsa , Acceptance Criteria,Destructive Test , Non Destructive Test


Abstract

ABSTRACT EFFECT OF VARIATION IN STRONG CURRENT FCAW WELDING MATERIAL ON STEEL OF MECHANICAL PROPERTIES By: Arif Putra Ardiansyah NRP: 6213030023 Welding is a job that is needed in the process of working in the field of shipbuilding, boiler manufacture, bridges and others. The welding process has many different types of welding and welding position. In this research the welding to be researched is the welding process FCAW (Flux Cored Arc Welding) with a welding position 1G in which the research was done is examining the mechanical properties to determine the quality of the welding of low carbon steel SA 36 that in the review of the use of variations in the current strength when welding applications do it In this study, the test used was tensile and hardness testing in which the tensile test and violence that included testing Destructive Test (destructive) and testing Macro etching where such testing, including tests Non Destructive Test (not destructive). In tensile tests that have been done show that the use of variations in electric current effect on the average value of the tensile strength at all Base Metal it is evident that in the base metal 1 which uses powerful low currents in applications pengelasannya has an average value of tensile strength highest in the amount of 482 675 MPa and also has the average value of hardness at the weld metal amounted to 227.5 HVN and at the HAZ of 196 HVN for Base metal 3 in welding using the powerful currents being has a value of tensile strength of 482.30 Mpadan also have an average value hardness at the weld metal amounted to 227.7 HVN and at the HAZ of 189.9 HVNsedangkan for the base metal 2, which uses powerful high currents in welding has a value of tensile strength of the low, amounting to 480 470 Mpadan also has the average value of hardness at the weld metal amounted to 239.7 HVN and in part amounted to 193.9 HVN HAZ. For testing Macro etching that have been done show the result that no defects were detected in all the base metal both base metal in applications pengelasannya using Strong Flow low, medium or high, but for a wide HAZ widest located on base metal 2 in the application Strong Flow pengelasannya use tinggi.Sedangkan of Hardness testing will be undertaken in the know value Keywords: Welding FCAW, HAZ, Strong Pull, Violence, Macro etching, Acceptance Criteria, Destructive Test, Non-Destructive Test


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Devina Puspita Sari
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK BANGUNAN KAPAL
Angkatan : 2013


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.