PERENCANAAN MODIFIKASI KONSTRUKSI DARI KAPAL GENERAL CARGO MENJADI KAPAL CONTAINER PADA KM. ARTHA PRIMA

CONSTRUCTION MODIFICATION PLANNING FROM GENERAL CARGO SHIP TO CONTAINER SHIP IN KM. ARTHA PRIMA

Rendy Alfisyahrial (6211030028)


Abstrak

Salah satu keunggulan angkutan peti kemas adalah intermodality nya dimana peti kemas bisa diangkut dengan truk peti kemas, kereta api dan kapal petikemas. Hal inilah yang menyebabkan peralihan angkutan barang umum menjadi angkutan barang dengan menggunakan peti kemas yang menonjol dalam beberapa dekade terakhir ini.Hal ini juga terlihat pada pelabuhan-pelabuhan kecil yang sudah menunjukkan tren peralihan ke peti kemas karena alasan ke-ekonomi-an terutama dalam kaitannya kecepatan bongkar muat dan biaya yang lebih rendah. Metode dalam tugas akhir ini yaitu mulai dari studi literatur, pengumpulan data-data penunjang, berlanjut pada perhitungan kekuatan konstruksi tank top pada ketika kapal masih menjadi kapal general cargo. Kemudian, dari perhitungan tersebut yang akn dijadikan acuan dalam stowage plan pada ruang muat kapal. Selain itu, perencanaan letak stacking cones pada ruang muat dan berlanjut pada penambahan inner bottom longitudinal dikarenakan penempatan stacking cones tidak tepat pada frame. Berdasarkan perhitungan dan perencanaan, bahwa KM. Artha Prima 1000 DWT mampu menampung sebanyak 39 kontainer dengan berat total 936 ton, namun pada ruang muat hanya mampu menampung sebanyak 30 kontainer dengan total beral 720 ton. Selain itu, perencanaan stacking cones dibutukan sebanyak 60 buah. Dan untuk mengantisipasi terjadi deformasi akibat pemasangan stacking cones tidak tepat pada frame, maka solusi alternatifnya adalah penambahan inner bottom longitudinal yang dipasang pada beberapa titik .


Abstract

One of the advantages of container transportation is intermodality where containers can be transported by container trucks, trains and container ships. This is what causes the transition into a general freight transport of goods using containers that increase in recent decades. This also seen in small ports which already shows the trend transition into the container because of economic reasons especially in relation unloading speed and lower cost. The method in this thesis is started from literature, supporting data collection, construction continues on the calculation of the strength of the tank top on when the ship is still a general cargo ship. Then, from these calculations that will be used as a reference in the cargo stowage plan on the ship. In addition, the layout planning of stacking cones in the cargo hold and continue to the addition of due to the placement of the inner bottom longitudinal stacking cones are not exactly on the frame. Based on calculations and planning, that KM. Artha Prima 1000 DWT is able to accommodate a total of 39 containers with a total weight of 936 tons, but the cargo hold can only accommodate as many as 30 containers with a total weight of 720 tons. In addition, the planning of stacking cones are needed as much as 60 pieces. And to anticipate the deformation occurs due to not exactly mounting of stacking cones on the frame, then the alternative solution is the addition of the inner bottom longitudinal mounted at some point.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Ali Imron
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK BANGUNAN KAPAL
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.