PERENCANAAN PERAHU PENYEBERANGAN SUNGAI STUDI KASUS SUNGAI BRANTAS, MOJOKERTO

PLANNING OF FERRY BOAT CASE STUDY ON BRANTAS RIVER, MOJOKERTO

Sueko Prayitno (6211030016)


Abstrak

Sungai Brantas bermata air di DesaSumber Brantas (Kota Batu) mengalir ke Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, KabupatenTulungagung, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Mojokerto.Kondisi sungai Brantas saat ini tak jauh berbeda dengan sungai-sungai besar lainnya di Jawa. Sungai terpanjangkedua di PulauJawa, setelahBengawan Solo ini , namun dalam segi efisiensi dalam mobilitas, memang jembatan penyebrangan yang ada di sepanjang sungai Brantas sangat minim dan jauh. Beberapa alternatifnya, masyarakat sering memanfaatkan jasa penyeberangan sungai dengan kapal yang popular disebut tambangan atau penambangan, kapal kecil tapi mampu menampung sekitar 10 buah sepeda motor beserta orang yang mengendarainya. Metode dalam tugas akhir ini yaitu mulai dari studi literatur, pengumpulan data-data penunjang, berlanjut pada perhitungan muatan perencanaan kapal penyeberangan sungai Brantas.Selanjutnya yaitu perhitungan daya mesin kapal yang sesuai dengan ukuran kapal ini.Perencanaan ini mengacu pada karakteristik sungai Brantas sehingga didapat desain rencana umum kapal ini yang lebih baik dan lebih aman. Berdasarkan perhitungan dan perencanaan, bahwa perencanaan kapal penyeberangan sungai Brantas ini mempunyai displacement sebesar7,99 ton sehingga diperoleh berat muatan sebesar 5,32 ton dimana nilai ini menjadi acuan sebagai nilai maksimal muatan kapal penyeberangan sungai. Namun, dengan dimensi kapal yang mempunyai panjang 8 m, lebar 3 m, sarat 0,5 m, serta kecepatan 9 knot hanya mampu maksimal mengangkut 8 motor. Selain itu, kapal penyeberangan ini dirancang dengan daya efektif kapal sebesar 7,21Hp. Dengan desain yang menggunakan lambung kapal catamaran beserta railing(pagar) menjadikan kapal ini lebih efisien dan lebih aman.


Abstract

Edged Brantas River water in the village of Sumber Brantas (Batu City) flows to Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang and Mojokerto. Brantas river current condition is not much different from the other major rivers in Java. The second longest river in Java, Bengawan Solo after this, but in terms of efficiency in mobility, there is a bridge crossing along the Brantas own ends are very few and far between. Some of the alternatives, people often use the services of crossing the river by boat popularly called ?penambangan?, but small boats can accommodate about 10 people and their motorbikes that drive it. The method in this thesis is started from literature, supporting data collection, planning continues on load calculation Brantas river ferry. Furthermore, the ship engine power calculation in accordance with the size of this ship. Planning refers to the characteristics of the Brantas river in order to get a general arrangement of the ship's design better and safer. Based on calculations and planning, that planning is the Brantas river ferry displacemen has an by 21.25 tonnes to obtain a heavy load of 7,99 tonnes which is a reference value as the maximum value of load ships crossing the river. However, the dimensions of the vessel which has a length of 8 m, a width of 3 m, 0.5 m loaded, as well as speed of 9 knots is only able to carry a maximum of 8 motors. In addition, this ferry boat is designed with an effective power of 7,21 Hp. With a design that uses a catamaran hull along railings (railings) to make ships more efficient and more secure.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Bambang Teguh Setiawan
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK BANGUNAN KAPAL
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.