Analisa Pengaruh Suhu Benda Uji Pada Pengujian Penetran

ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF TEMPERATURE OF THE TEST SUBSTANCE TO PENETRANT TESTING

Suwarnoto (6211030004)


Abstrak

ABSTRAK Penetran tes merupakan salah satu jenis NDT (Non Destructive Test) yang relatif mudah dan cepat pelaksanaannya serta murah biayanya dibandingkan dengan uji NDT yang lain. Pengujian ini adalah cara yang paling peka untuk menentukan adanya cacat halus pada permukaan seperti retak, lubang halus atau kebocoran. Pada dasarnya pengujian ini menggunakan prinsip kapilaritas sebagai cara kerjanya. Pengujian ini dilakukan pada baja karbon A36 dengan sambungan las SMAW dimana perlakuan pengujian tetap sama seperti prosedur pengujian penetran tes dengan penetrating time 10 menit dan developer time 10 menit, hanya saja proses pengujian dilakukan dengan 3 macam suhu yang berbeda-beda. Pertama pengujian suhu benda uji 0?C-5?C, yang kedua pengujian suhu benda uji 15?C-20?C dan yang ketiga pengujian suhu benda uji 25?C-30?C. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa suhu mempunyai pengaruh terhadap pengujian penetran. pada suhu benda uji 0?C-5?C tidak ada indikasi cacat yang terbentuk. Tetapi pada pengujian suhu benda uji 15?C-20?C ditemukan tiga indikasi cacat, yang pertama indikasi cacat linear dengan ukuran 22x1 mm, yang kedua juga indikasi cacat linear dengan ukuran 10x1 mm, dan yang ketiga indikasi cacat rounded dengan ukuran 2x2 mm. Sedangkan pada pengujian suhu benda uji 25?C-30?C ditemukan empat indikasi cacat, yang pertama indikasi cacat linear dengan ukuran 24x2 mm, yang kedua juga indikasi cacat linear dengan ukuran 30x1 mm, yang ketiga indikasi cacat rounded dengan ukuran 3x3 mm, dan yang keempat indikasi cacat linear lagi dengan ukuran 7x1 mm.. Kata kunci : uji tanpa merusak, uji penetran, suhu, benda uji.


Abstract

ABSTRACT Penetrant test is one type of NDT (Non Destructive Test) is relatively easy and fast implementation and low cost compared to other NDT test. This test is the most sensitive way to determine the presence of defects on smooth surfaces such as cracks, holes or leaks smooth. Basically, this test uses the principle of capillarity as how it works. The test is performed on A36 carbon steel with welded joints SMAW where treatment remains the same test as the test penetrant testing procedure with penetrating time 10 minutes and developer time 10 minutes, it's just that the testing process is done with three kinds of different temperatures. The first test specimen temperature of 0?C-5?C, the second test specimen temperature of 15?C-20?C and the third test specimen temperature 25?C-30?C. Based on the testing that has been made known that temperature has an influence on penetrant testing. the specimen temperature 0?C-5?C there is no indication that defects are formed. But the test specimen temperature 15?C-20?C found three indications of defects, the first indication of a linear defect with size 22x1 mm, the latter is also an indication of linear defects with size 10x1 mm, and the third indication rounded defects with size 2x2 mm. While at the test temperature 25?C-30?C of specimen found four defect indication, the first indication of a linear defect with size 24x2 mm, the latter is also an indication of linear defects with size 30x1 mm, which is the third indication rounded defects with size 3x3 mm, and the fourth indication linear defect again to the size of 7x1 mm. Keywords: Non destructive test, penetrant test, temperature, weld metal.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Mohammad Thoriq Wahyudi
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK BANGUNAN KAPAL
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.