ANALISA PENGGUNAAN ALAT ULTRASONIC TEST(UT) TERHADAP PERBANDINGAN NILAI BREAK EVEN POINT(BEP), (Studi Kasus: PT.Aquamarine Divindo Inspection)

AN ANALYSIS OF THE USE OF ULTRASONIC TEST TO THE COMPARATIVE VALUE OF BREAK EVEN POINT (CASE SRUDY PT AQUAMARINE DIVINDO INSPECTION)

Joko Saputro (6211030001)


Abstrak

ABSTRAK ANALISA PENGGUNAAN ALAT ULTRASONIC TEST (UT) TERHADAP PERBANDINGAN NILAI BREAK EVEN POINT( BEP), (Studi Kasus: PT.Aqumarine Divindo Inspection) Nama : Joko Saputro (6211030001) Dosen Pembimbing : Ruddianto, ST., MT, MRINA PT. Aquamarine Divindo Inspection adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa inspeksi, Ultrasonic test (UT) membantu untuk mendeteksi cacat sebuah kapal namun dalam investasi pembelian ultrasonic test tentunya juga akan mempengaruhi biaya akuntansi pada PT. Aqumarine Divindo Inspection. Investasi pembelian ultrasonic test tersebut belum dapat ditentukan dalam berapa lama investasi yang dikeluarkan, akan kembali dengan pengeluaran untuk biaya akomodasi tersebut juga diperhitungkan. Diasumsikan perhitungan biaya survey ultrasonic test masuk ke pemasukan perusahaan sedangkan investasi untuk pembelian ultrasonic test dan biaya akomodasi selama pengujian masuk ke pengeluaran perusahaan Dalam Break Even Point ( BEP ) pengeluaran untuk pembelian dan biaya akomodasi setiap pengujian ditotal dan nantinya dikurangi pendapatan dari survey alat tersebut maka akan diketahui titik BEP tersebut. Hasil dari perhitungan dari nilai break even point perhitungan dari data yang ada akan digunakan sebagai dasar untuk mengetahui kapan nilai break even point kembali, jadi selama enam bulan untuk pengujian Ultrasonic Test telah mencapai Rp.225.000.000,00. Dari harga tersebut dapat diketahui bahwa selama waktu tersebut telah mencapai kondisi BEP karena data negatif diketahui Rp.210.060.000. Dengan kata lain, kurang dari setahun pengeluaran untuk pembelian alat uji ultrasonic test (UT) dapat kembali, yakni dalam waktu sekitar enam bulan. Kata kunci : Break Even Point, Ultrasonic Test, investa


Abstract

ABSTRACT USE OF ULTRASONIC TEST ANALYSIS TOOL COMPARISON TO BREAK EVEN POINT VALUE (Case Study: PT. Aqumarine divindo Inspection) Nama : Joko Saputro (6211030001) Dosen Pembimbing : Ruddianto, ST., MT, MRINA PT. Aquamarine Divindo Inspection is a company engaged in the field of inspection services, Ultrasonic testing (UT) Helps to detect defects in a ship but the investment purchase of ultrasonic test of course will also affect the cost of accounting at PT. Aqumarine Divindo Inspection. Investment purchases ultrasonic tests are yet to be determined how long the investment is issued, will be returned to the expenses for the accommodation costs are also taken into account. Cost calculation assumed a placement test kepemasukan ultrasonic survey companies while investment for the purchase of ultrasonic test and the cost of accommodation during the testing went into perusahaa spending. In Break Even Point (BEP) expenses and accommodation costs for the purchase of each test totalized and later reduced the income of the survey tool will evaluate the BEP point. The results of the calculation of the value of the break even point calculation of the existing data will be used as the basis for knowing when the value of the break even point back, so for six months for testing Ultrasonic Test has reached Rp.225.000.000,00. From these prices can be seen that during the time it has reached the BEP condition known as negative data Rp.210.060.000. In other words, less than a year the expenditure for the purchase of test equipment ultrasonic test (UT) can be returned, ie, in about six months. Keywords: Break Even Point, Ultrasonic Test, investmen


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Ruddianto
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK BANGUNAN KAPAL
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.