PERBANDINGAN BERAT KONSTRUKSI KAPAL BERDASARKAN PERHITUNGAN KLASIFIKASI NK, ABS, DAN GL

THE WEIGHT RATIO OF SHIP CONSTRUCTION BASED ON NK, ABS, AND GL CLASSIFICATION CALCULATION

Achmad Zubaidi (6210030011)


Abstrak

Konstruksi kapal terdiri dari unit-unit penyusun konstruksi yang saling menguatkan. Semua unit yang menyusun konstruksi kapal tersebut memiliki dimensi yang didapat dari perhitungan pada peraturan klas. Pada kenyataanya setiap klas mempunyai formula perhitungan yang berbeda sehingga mempunyai hasil perhitungan yang berbeda pula. Maka dari itu tugas akhir ini disusun untuk mengetahui perbandingan berat konstruksi dari hasil perhitungan beberapa klas. Dengan mengacu pada basic drawing seperti Linesplan, Transverse Section, dan Longitudinal Section dari kapal tangki 1450 dwt dapat diketahui bentuk konstruksi dasar ganda pada setiap nomor gading serta detail peletakan dan jumlah komponen penyusun konstruksinya. Dimensi komponen konstruksi tersebut kemudian dihitung lagi menggunakan rules NK, ABS, dan GL. Mengacu pada hasil perhitungan tersebut, semua komponen konstruksi kemudian dihitung beratnya dan dijumlahkan untuk mengetahui berat total konstruksi dasar ganda. Perhitungan dilakukan dengan dimensi material asli dan dengan dimensi material yang tersedia di lapangan sehingga nantinya terdapat dua hasil perhitungan. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa berat konstruksi dasar ganda paling ringan dengan dimensi material asli adalah rules GL dengan 96.91 ton, kedua ABS dan ketiga GL dengan selisih 9.732 ton (9.01 %) dan 14.172 ton (14.62 %) dari GL. Dengan dimensi material yang tersedia di lapangan, rules paling ringan adalah GL dengan 112.753 ton, kedua ABS dan ketiga NK dengan selisih 7.267 ton (6.45 %) dan 11.654 ton (10.34 %) dari GL. Kata Kunci : Basic Drawing, Linesplan, Tranverse Section, Longitudinal Section, Rules, NK, ABS, GL


Abstract

Ship construction consists of construction?s units compiler that makes it stronger of each other. All the units that compile the ship construction have dimension which is got from the calculation of the classification rules. In fact, each rule has different calculation formula so that it has a different calculation result. Thus, this final project is compiled to know the comparison of construction weight from the result of some rules calculation. Refers to basic drawing like Linesplan, Transerverse Section, and Longitudinal Section from tanker ship 1450 dwt can be known the shape of double bottom construction in every frame number, placing detail and the amount of its construction compiler component. The dimension of construction component, then calculated again by using NK, ABS, and GL rules. Refers to that result of calculation, all the construction components is calculated its weight and added to know the amount of total weight of double bottom construction. The alculation is done with the original dimension of material and material dimension according to the material avaliable in the field. From the calculation, it known that the lihgtest construction with the original of materials dimension is GL with 96.91 tons, the second and thirth is ABS than NK with 9.732 tons (9.01 %) and 14.172 tons (14.62 %) from GL in difference. With dimension of materials avaliable in the field, the lightest rule is GL with 112.753 tons, the second and thirth is ABS than NK with 7.267 tons (6.45 %) and 11.654 tons (10.34 %) from GL in difference. Key Words : Basic Drawing, Linesplan, Tranverse Section, Longitudinal Section, Rules, NK, ABS, GL


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Bambang Teguh Setiawan
Dosen Pembimbing 2 : Bambang Teguh Setiawan

Program Studi : D3 - TEKNIK BANGUNAN KAPAL
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.