ANALISA PERUBAHAN FREEBOARD MARK DAN SARAT AKIBAT PERUBAHAN KONSTRUKSI RUMAH GELADAK KAPAL TONGKANG MINYAK BSS 05

ANALYSIS OF CHANGES FREEBOARD MARK AND LOADED SHIP CAUSED BY CHANGES IN DECKHOUSE CONSTRUCTION

Angga Ilham Isworo (6113030036)


Abstrak

tan dalam jumlah besar seperti kayu, batu bara pasir minyak dan lain ? lain. Pada umumnya kapal tongkang memiliki rumah geladak serta ABK, namun tidak memiliki sistem pendorong. Salah satunya kapal tongkang BSS 05 mengangkut muatan minyak. Berdasarkan informasi dari owner kapal bahwa dilakukan penambahan kontruksi rumah geladak untuk kenyamanan ABK. Dengan penambahkan tersebut maka DWT akan berkurang saat kapal tercelup sampai tinggi sarat maksimal. Untuk meminimalisir kerugian ekonomis akibat pengurangan DWT maka dilakukan menentukan perubahan tinggi sarat penuh dan freeboard kapal. Perhitungan LWT (lightweight) kapal sesudah penambahan kontruksi rumah geladak, serta perhitungan DWT (deadweight). Selanjutnya menentukan tinggi sarat sesudah perubahan kontruksi rumah geladak menggunakan kurva hydrostatis. Kemudian dilanjutkan perhitungan serta analisa tinggi freeboard minimum sesuai dengan load lines 1966/1988 International Convention On Load Lines. Dari hasil perhitungan diperoleh lightweight sesudah penambahan kontruksi rumah geladak yaitu 156.09 ton dan deadweight kapal yaitu 1017,18 ton, didapatkan tinggi sarat (T) yaitu 2,78 m dan tinggi freeboard 340 mm. Menurut hasil perhitungan freeboard minimum sesuai dengan rule yaitu 406 mm sehingga tinggi sarat dan freeboard kapal tidak memenuhi persyaratan. Oleh karena itu dilakukan pengurangan payload DWT kapal menjadi 975.84 ton dengan tinggi sarat 2.71 m dan tinggi freeboard 406 mm sehingga freeboard minimum kapal memenuhi rules.


Abstract

In the era of globalization barges used as a vessel for transporting cargo in bulk such as wood, coal oil sands and other - other. In general, having a deckhouse barges and crews, but has no propulsion system. One of them BSS 05 barges transporting oil cargoes. Based on information from the owner of the ship that made the change construction of deckhouse for crew comfort. Hence with every additional construction of deckhouse, DWT ships will be reduced when the high draft submerged up to the maximum. To minimize the economic losses resulting from a reduction DWT then made determines changes and freeboard height fully draft ships. Calculations LWT (lightweight) construction of ships after the addition of the deck house, and the calculation of DWT (deadweight). Next determine the height draft after changes in home construction deck using hydrostatic curves. Then followed the calculation and analysis of high minimum freeboard in accordance with load lines 1966/1988 International Convention On Load Lines. From the calculation results obtained by after addition of lightweight construction deck house is 156.09 ton and deadweight ton ships is 1017.18 ton, obtained high-draft (T) is 2.78 m and height of 340 mm freeboard. According to the results of the calculation of minimum freeboard in accordance with the rule is 406 mm so that, high freeboard ships do not comply with the requirements. Therefore, the reduction DWT ship of payload into 975.84 ton with draft 2.71 m high and 406 mm high freeboard so that the ship in accordance with the rule.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Irma Rustini Aju
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI KAPAL
Angkatan : 2013


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.