REDESIGN KAPAL PERINTIS 750 DWT MENJADI KAPAL TERNAK DI PT. ADILUHUNG SARANASEGARA INDONESIA

REDESIGN PIONEER SHIP 750 DWT TO LIVESTOCK VESSEL AT PT.ADILUHUNG SARANASEGARA INDONESIA

Lilis Nikmatur Rohmah (6113030016)


Abstrak

Saat ini pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya melaksanakan program tol laut untuk menciptakan pemerataan ekonomi dan membuat setiap pulau saling berhubungan menggunakan jalur laut. NTT merupakan daerah penghasil ternak sapi yang besar di Indonesia. Namun, pada rute tersebut masih jarang sekali kapal pengangkut ternak dibanding kapal penyebrangan lainnya. Karena banyaknya persaingan antar kapal penyebrangan penumpang, maka dilakukan redesign kapal perintis menjadi kapal ternak yang disebabkan meningkatnya kebutuhan peternak sapi akan transportasi tersebut. Dengan adanya redesign itu, maka perlu dipertimbangkan mengenai muatannya, perubahan konstruksinya serta stabilitas kapal tersebut. Tugas akhir ini membahas tentang Redesign Kapal Perintis 750 DWT menjadi Kapal Ternak di PT. Adiluhung SaranaSegara Indonesia. Proses Redesign ini dilakukan dengan pembuatan model(design) kapal dengan menyesuaikan bentuk lambung kapal, sarat maksimal kapal perintis menggunakan software Maxsurf Modelling Advance. Kemudian ditentukan pula berat konstruksi baru setelah dilakukan proses redesign dengan tetap mempertahankan displacement kapal. Dalam penentuan muatan sapi dilakukan penyesuaian jumlah space yang disediakan dengan ukuran sapi yang akan dimuat pada kapal tersebut. Dari hasil studi ini akan dianalisa stabilitasnya dengan beberapa kondisi yang berbeda berdasarkan kriteria stablitas dari IMO. Yaitu pada kondisi kapal kosong, muatan penuh sapi dan cargo saat tiba, muatan penuh sapi dan cargo saat berangkat, dan muatan penuh cargo saat berangkat. Kemudian hasil analisa akan diketahui apakah kapal redesain ini dapat direkomendasikan atau tidak untuk diproduksi berdasarkan analisa stabilitas intact stability yang dilakukan menggunakan Maxsurf Advance Stability. Dari hasil redesign didapat LWT baru kapal ternak sebesar 602,493 ton dengan displacement yang sama adanya fasilitas-fasilitas yang ditambahkan dan dihilangkan untuk meningkatkan fungsi kapal, seperti penambahan kandang sapi, perombakan tatami dan kursi penumpang, penambahan tangga sapi dengan menghilangkan tangga dalam menuju ruangan dibawah geladak, perombakan alat keselamatan, dan fasilitas-fasilitas pada kapal ternak. Muatan pada kapal ternak ini sebanyak 163 sapi dengan muatan cargo sebanyak 382,182 ton. Sehingga hasil analisa dapat diketahui bahwa kapal ternak ini telah memenuhi kriteria stabilitas dari IMO. Dari empat kondisi kapal, nilai GZ paling tinggi terjadi pada kondisi muatan cargo penuh saat berangkat dengan nilai GZ 1,92 meter pada sudut 50o. Kata kunci: redesign, kapal ternak, perintis, stabilitas


Abstract

Indonesian government is currently being intensively implementing the program toll sea to create economic equality and make each island interconnected using sea lanes. NTT is an area of great cattle producer in Indonesia. However, the route is still rarely freighter ship crossing than other livestock. Because of the large competition among passenger ships crossing, then carried into the ship ship pilot redesign of livestock due to the increased need for cattle farmers will be transportation. With the redesign it, then it needs to be considered on its cargo, changes in construction as well as the stability of the ship. The final project is about 750 Redesign Pioneer Ship Vessel DWT become Livestock in PT. Adiluhung SaranaSegara Indonesia. Redesign process is done by modeling (design) the vessel by adjusting the hull shape, the maximum laden ship pilot Advance Modelling using software maxsurf dongle. Then the weight is also determined new construction after the redesign process by maintaining the displacement of the ship. In determining the charge cows adjustment amount of space that is provided with a cow size to be loaded on the ship. From the results of this study will be analyzed stability with different conditions based on the criteria of the stability of the IMO. That is the condition of an empty vessel, cargo full of cows and cargo on arrival, a full payload and cargo cows when leaving, and a full load of cargo departure. Then the analysis results will be known whether this redesign ship can be recommended or not to be produced based on the stability of intact stability analysis were performed using Advance Stability maxsurf dongle. From the results of redesign obtained LWT new ship cattle amounted to 602.493 tonnes with displacement at their facilities that are added and removed to improve the functioning of the ship, such as adding a cowshed, overhaul tatami and passenger seats, the addition ladder cows by eliminating stairs in towards the room under the deck , an overhaul of safety equipment, and facilities on livestock vessels. These cattle cargo on ships as many as 163 cows with a load of as much as 382.182 tons of cargo. So that the analysis results can be seen that the livestock vessel is in compliance with stability criteria of IMO. Of the four conditions of the vessel, GZ highest values occur in a full cargo load conditions when leaving the GZ value of 1.92 meters at an angle of 50o. Keywords: redesign, cattle ships, pioneer, stability


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Gaguk Suhardjito
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI KAPAL
Angkatan : 2013


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.