ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN PILAR DAN KANTILEVER PADA BLOK KAMAR MESIN KAPAL PERINTIS 2000 GT

ANALYSIS OF TECHNIC AND ECONOMIC COMPARISON OF THE USE OF PILLAR AND CANTILEVER IN BLOCK ENGINE ROOM PASSENGER SHIP

Nomita Wulan Nur Alifa (6113030003)


Abstrak

ABSTRAK Kamar mesin merupakan salah satu kompartemen pada kapal. Pada kamar mesin terdapat deck opening yaitu engine casing, rumah geladak, bangunan atas serta perlengkapan penggerak kapal seperti mesin utama, mesin bantu, tangki?tangki, pipa-pipa dan lain?lain. Oleh sebab itu, konstruksi kamar mesin harus kuat untuk menahan beban dan gaya yang besar. Geladak yang terpotong pun harus mampu menumpu beban yang besar. Maka dari itu, diperlukan web yang berukuran besar yaitu kantilever atau penguat tambahan yaitu pilar. Pada tugas akhir ini akan dianalisa perbandingan keefisienan penggunaan konstruksi pilar dan kantilever. Perbandingan ditinjau dari beberapa aspek yaitu pertambahan berat konstruksi, efisiensi tempat dan pertambahanharga material baja. Sebelum melakukan analisa, perlu diketahui ukuran konstruksi pilar dan kantilever pada kapal Perintis 2000 GT. Ukuran pilar dan kantilever dalam tugas akhir ini dihitung berdasarkan rule Korean Register. Hasil dari analisa perbandingan didapatkan konstruksi pilarlebih ringan pilar dengan pertambahan berat 13,49 ton daripada konstruksi kantilever dengan pertambahan berat 20,32 ton.Untuk space pada second deck konstruksi pilar lebih besar daripada konstruksi kantilever.Sedangkan space pada first deck konstruksi kantilever lebih besar daripada konstruksi pilar. Akan tetapi, pilar memiliki fungsi lain selain sebagai kekuatan yaitu sebagai media / tempat pemasangan sistem ? sistem permesinan serta tabung APAR. Untuk harga,pertambahan harga material baja pada konstruksi pilar lebih murah yaitu Rp. 78.242.000,-, sedangkan untuk konstruksi kantilever adalah Rp. 117.856.000,-.Sehingga dari hasil tersebut disimpulkan bahwa lebih efisien menggunakan konstruksi pilar.


Abstract

ABSTRACT Engine room is one of the compartements on the ships. There is deck opening namely ?engine casing?, house deck, superstructure, and equipment ship?s propulsion such as main engine, auxiliary engine, tanks, pipes and other. Therefore, the constructions of the engine room must be strong to support the loads and big forces. Deck opening must be able to support the great loads. Therefore, it is necessary the web is a large-sized namely ?cantilever? or additional strengthener namely ?pillar?. In this final project will be analyzed comparing the efficiency use pillars and cantilever construction. Comparison reviewed from several aspects such as heavy construction, space efficiency and price of steel. Before do the analysis, you need to know the size of the pillars and cantilevered construction required on the vessel Pioneer 2000 GT. Size pillars and cantilevers in this final project are calculated based on rule the Korean Register. The results of comparative analysis obtained pillar construction is lighter with weight gain 13.49 ton than the cantilever construction with weight gain 20,32 tons. For space on the second deck, pillar construction more large than the cantilever construction. While the space on the first deck cantilever construction more large than the pillars construction. However, the pillars have function other than as a force that is as medium / place of engine installation systems and fire extinguisher tube. For prices, pillar construction is cheaper with price increases Rp. 78.242 million, than using the cantilever construction with price increases Rp. 117.856 million. So from these results concluded that more efficient use of pillar construction.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Bambang Teguh Setiawan
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI KAPAL
Angkatan : 2013


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.