Analisa Perhitungan Konstruksi dan Stabilitas Kapal Ferry Setelah Mengalami Perubahan Tinggi Car Deck

Analysis of Construction Calculation And Stability of Ferry After Experiencing Changes High Car Deck

Muhammad Sofyan Setiawan (6112030059)


Abstrak

Kapal Ferry adalah moda transportasi yang memuat penumpang dan kendaraan. Ferry mempunyai peranan penting dalam sistem pengangkutan bagi banyak kota pesisir pantai dengan rute antar pulau dalam jarak yang dekat. Di PT Ben Santosa pada saat kapal Ferry KMP Cakalang II melakukan docking tahunan owner selaku ASDP meminta pemodifikasian pada kapal tersebut. Owner menginginkan tinggi cardek yang awalnya 3,9 meter dirubah menjadi tinggi 4,4 meter dengan alasan jika ada truk dan bis besar agar dapat masuk. Saat proses docking owner tiba tiba menunda modifikasi tinggi cardeck saat ini dan akan dikerjakan tahun depan dengan alasan biaya yang terlalu mahal, pengerjaan yang lama dan belum ada approve dari rule class. Analisa penelitian ini dilakukan dengan berbagai cara mulai dari pegecekan modulus penampang konstruksi, perhitungan modulus konstruksi rill sebelum ada perubahan tinggi, perhitungan modulus konstruksi setelah dilakukan perubahan tinggi. Setelah melakukakan pengecekan modulus konstruksi, jika tidak terpenuhi di rule BKI volume II section 9 untuk nilai modulus maka pemberian alternatif wajib dilakukan seperti pemberian senta pada sisi kapal atau perubahan ukuran profil. Sebelum perhitungan stabilitas dilakukan harus mengumpulkan data awal kapal seperti lines plan, general arrangement yang akan digunakan. Dengan bantuan data general arrangement, dibuat surface kapal pada software Maxsurf. Analisis stabilitas dihitung dengan bantuan software Hydromax dengan beberapa kondisi pemuatan seperti lightship condition, departure condition full load, arrival condition full load, departure condition without cargo, dan arrival condition without cargo. Semua kondisi tersebut harus terpenuhi dengan rule IMO A.749 untuk intact stability criteria Setelah dianalisa perhitungan konstruksi ternyata pada profil gading utama di middle, after dan fore tidak terpenuhi yaitu lebih besar nilai modulus perhitungan daripada nilai modulus riil, untuk nilai modulus gading besar sudah terpenuhi yaitu 470,17 cm3lebih kecil dari nilai modulus riil 482,12 cm3. Agar terpenuhi di rule BKI volume II section 9 maka pada gading utama diberi senta pada sisi cardeck dengan jarak 2 meter dari car deck. Kemudian dianalisa kembali modulus pada gading utama setelah diberi senta, hasilnya nilai perhitungan lebih kecil dibandingkan nilai modulus riil. Untuk hasil stabilitas dibeberapa kondisi pemuatan sudah terpenuhi dengan rule IMO A.749 untuk intact stability criteria.


Abstract

Ferry is a mode of transportation that load of passengers and transportation. Ferry has an important role in the transport system for the coastal city route between islands in the near distance. At PT. Ben Santosa when KMP Cakalang II perform annual docking owner as ASDP requested modification on the ship. Owner wants high of Car dcek which originally converted into a 3.9 meter height of 4.4 meters with a reason if there are large trucks and buses cannot pass. On the process of docking owner suddenly canceled until next year the modification car deck because the cost is too expensive, workmanship and no longer approve of class rule. Analysis of the research is done in various ways from cheked of construction modulu sections, modulus calculations rill construction the high change, the calculation modulus high construction after the change. After checking modulus construction, if rule BKI is not pass so that alternative provision such as side centa added or change the size of the profile based on volume II section 9 for modulus value. Before the stability calculations done should collect data such as lines plan, general arrangement. Data of general arrangement, was made on a ship surface on maxsurf. Analysis of stability was calculated on the Hydromax with several loading conditions such as lightship condition, departure condition of full load, full load condition arrival, departure condition, without cargo, and arrival condition, without cargo. All of these conditions must be fulfilled by the IMO rule A.749 for intact stability criteria After analyzed the construction calculation show that main frame in the middle, after and fore not fulfilled modulus value that is greater than the calculation of the real modulus values, for web frame modulus values are 470.17 cm3 smaller than the real value of 482.12 cm3. Main frame added by centa on the side view with distance of 2 meters from car deck to fulfill the rulet in BKI volume II section 9. Then reanalyzed modulus on the main frame after added by centa, the result is less than the value of the calculation of the value of the real modulus. For the stability conditions has been fulfilled by the IMO rule A.749 for intact stability criteria.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Ruddianto
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI KAPAL
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.