ANALISA BREAK EVEN POINT (BEP) OPERASIONAL PADA OVERHEAD CRANE 5 TON DI PT. OMETRACO ARYA SAMANTA

ANALYSIS OF BREAK EVEN POINT (BEP) OPERATIONAL ON 5 TON OVERHEAD CRANE IN PT.OMETRACO ARYA SAMANTA

Febry Andhika Putra Basuki (6111030038)


Abstrak

PT. Ometraco Arya Samanta pada tahun 2007 mempunyai overhead crane sebagai pengganti fungsi forklift untuk mempercepat, membantu proses produksi. Adanya overhead crane sebagai pembanding dari forklift yang lebih efisien dalam proses produksi pada Hall 5 di PT. Ometraco Arya Samanta. Investasi pembelian overhead crane tersebut belum dapat ditentukan dalam berapa lama investasi yang dikeluarkan PT. Ometraco Arya Samanta akan kembali dengan pengeluaran untuk perawatan mesin tersebut juga diperhitungkan. Diestimasikan perhitungan harga sewa forklift (pesawat angkat) masuk ke pemasukan sedangkan investasi untuk pembelian overhead crane dan perawatan overhead crane perbulan (periode) masuk ke pengeluaran. Dalam Break Even Point (BEP) pengeluaran untuk pembelian dan perawatan berkala overhead crane setiap periode dijumlah nantinya dikurangi pendapatan dari sewa forklift maka akan diketahui titik BEP tersebut. Dilakukan dengan metode pendekatan dan interpolasi pada periode yang memudahkan BEP diketahui. Dari metode pendekatan periode ke 13 ternyata pengeluaran Rp.176.800.000,00 masih lebih banyak daripada pendapatan, yaitu Rp.166.400.000,00. Terdapat sisa pengeluaran sebesar Rp.10.400.000,00 , kemudian digunakan cara interpolasi sehingga BEP tercapai pada periode ke 13,81.


Abstract

PT.Ometraco Arya Samanta in 2007 had an overhead crane as a substitute forklift function to speed up the production process, assist. An overhead crane as a comparison of forklifts are more efficient in the production process at Hall 5 PT.Ometraco Arya Samanta. Overhead crane purchases the investment has yet to be determined how long the investment issued by PT.Ometraco Arya Samanta would return with the machine for maintenance expenses are also taken into account. Calculation of estimated rents a forklift (lift aircraft) become to the income while the investment for the purchase of overhead cranes and overhead crane maintenance per month (period) goes to expenses. The Break Even Point (BEP) expenditure for the purchase and regular maintenance overhead crane each period added will be reduced revenue from the rental of a forklift then it will be known to the BEP points. Done with the approach and method of interpolation in the period that BEP are known. From the 13th period approach method turns out spending of Rp.176.800.000,00 , still much more than income, that is Rp. 166.400.000,00 fare. There is the rest of the expenses amounted to Rp. 10.400.000,00 , then the interpolation method used so that the BEP is achieved during the period to 13,81.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Renanda Nia R
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI KAPAL
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.