MODIFIKASI COAL BARGE MENJADI BARGE SERBAGUNA (COAL BARGE DAN CONTAINER BARGE)

MODIFICATION OF COAL BARGE BECOME MULTIPURPOSE BARGE (COAL BARGE AND CONTAINER BARGE)

Akhmad Abrorur Rizal (6110030018)


Abstrak

Barge merupakan kapal tidak berawak atau berawak yang tidak memiliki tenaga penggerak sendiri, berlayar dalam unit tarik atau dorong. PT. Sanata Marine Indonesia memilki coal barge dengan jalur pelayaran Jakarta-Banten. Setelah unloading di Banten barge kembali ke Jakarta dalam muatan kosong. Perusahaan mengalami kerugian, karena biaya operasional sama ketika kapal memuat batu bara dan pada saat muatan kosong. Untuk menekan biaya operasional, perusahaan memanfaatkan ruang muat coal barge untuk dimuati kontainer ketika kembali ke Jakarta. Penelitian dengan model desain Maxsurf ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas hasil modifikasi coal barge menjadi container barge dan merencanakan peletakan kontainer yang mampu memenuhi standar kriteria stabilitas IMO di mana dalam analisis stabilitas barge dilakukan dengan menggunakan software Hydromax Pro. Dalam analisis stabilitas barge, variabel yang digunakan adalah sarat kapal T yang terbagi dalam lima kondisi sarat yaitu 4,5 m; 4 m; 3,5 m; 3 m dan 2,5 m. Masing-masing sarat tersebut akan dibagi lagi dalam tiga macam kondisi pemuatan, yaitu kondisi kapasitas muatan 100%, 75% dan 50%, sehingga total ada lima belas macam variabel. Dari hasil perencanaan peletakan kontainer, didapatkan hasil bahwa barge mampu memuat kontainer tipe 20 ft steel dry cargo container sebanyak 13 bays, 8 rows dan 4 tiers untuk sarat maksimum 4,5 m muatan penuh (325 TEUS). Sedangkan untuk sarat 2,5 m muatan penuh (156 TEUS) barge mampu memuat sebanyak 13 bays, 8 rows dan 2 tiers. Dari hasil analisis stabilitas, keseluruhan (lima belas) macam kondisi pemuatan dan peletakan kontainer memenuhi kriteria stabilitas IMO dengan kondisi peletakan kontainer tidak melebihi tiga tiers dengan pertimbangan empat tiers masih diijinkan, tetapi hanya sebanyak tiga bays


Abstract

Barges are unmanned or manned vessels without self-propulsion, sailing in pushed or towed units. Sanata Marine Indonesia, PT. has a coal barge that is sailing from Jakarta-Banten. After unloading in Banten, barge went back to Jakarta with no cargo. The company got disadvantage, because the operational coast was the same, as much as barge carried no cargo. So the company replaced the cargo hold of coal barge with containers for cutting the operational cost when the barge was going back to Jakarta. This research which is used Maxsurf as model design has a purpose to analyze the stability of coal barge that has been modified as a container barge and also to make a container stacking plan that would be able to qualify the standard of IMO intact stability criteria. This research used draught of ship T as a variable which is divided into five draught conditions, they are 4,5 m; 4 m; 3,5 m; 3 m and 2,5 m. Each draught condition divided again into three kind of loading condition, they are loading condition at 100%, 75% and 50%. Totally there are fifteen kind of variable condition for this research. The result of container stacking plan showed that barge has been able to load container type 20 ft steel dry cargo container with capacity 13 bays ? 8 rows ? 4 tiers for maximum draught 4,5 m on full loaded (325 TEUS). For draught 2,5 m on full loaded (156 TEUS) the capacity of barge is 13 bays ? 8 rows ? 2 tiers. The result of stability analysis showed that all variable condition has passed the standard of IMO intact stability criteria where the container stacking condition is not more than three tiers, in consideration four tiers is allowed, but only three bays.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Hariyanto Soeroso
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI KAPAL
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.