PENGARUH PREHEAT PADA PROSES PENGELASAN GAS TUNGSTEN ARC WELDING (GTAW) TERHADAP KEKERASAN MATERIAL TUBE SA213 T12 DI PT. ALSTOM POWER ENERGY SYSTEMS INDONESIA

THE INFLUENCES OF PREHEAT TO THE GAS TUNGSTEN ARC WELDING (GTAW) WELDING PROCESS ABOUT MATERIAL HARDNESS OF TUBE SA213 T12 IN ALSTOM POWER ENERGY SYSTEMS INDONESIA, PT.

Tara Anindita (6110030017)


Abstrak

Proses pengelasan sering diaplikasikan pada proses fabrikasi dalam sebuah perusahaan. PT. Alstom Power ESI, salah satunya yang bergerak pada bidang pembangkit energy dengan salah satu produknya adalah boiler dan bagian-bagiannya, salah satunya superheater. Berhubungan dengan kondisi kerja superheater, maka pengelasan yang dilakukan memberikan sifat mekanik yang seragam pada logam induk, HAZ dan logam las. Karena terjadinya siklus termal yang tidak seragam selama proses pengelasan maka, struktur mikro dan sifat mekaniknya pun cenderung tidak seragam, sehingga perlu untuk dilakukan perlakuan panas sebelum pengelasan atau biasa disebut Preheat. Percobaan ini dimulai dengan melakukan proses preheat dengan berbagai variasi (no preheat/temperature room, preheat 120?C, preheat 350?C) kemudian dilanjutkan proses pengelasan secara GTAW mengacu pada WPS (Welding Procedure Specification) kemudian dilakukan struktur mikro dan hardness Vickers test. Dari hasil percobaan didapatkan hasil pada specimen non preheat (temperature room) memiliki nilai kekerasan tertinggi dibandingkan dengan preheat 120?C diikuti oleh preheat 350?C. Semakin tinggi preheat, makin rendah nilai kekerasannya. Diantara base metal, HAZ dan weld metal, bagian weld metal memiliki nilai kekerasan tertinggi diikuti oleh HAZ dan base metal. Sedangkan dari segi struktur mikro, pada daerah base metal dari ketiga specimen tersebut terdapat banyak ferrite yang ditunjukkan dengan warna cerah (abu-abu cenderung putih) daripada pearlitenya yang ditunjukkan dengan warna cenderung gelap (hitam). Ini menunjukkan bahwa nilai kekerasan daerah base metal lebih rendah bila dibandingkan dengan lainnya. Sebaliknya justru terjadi pada daerah weld metal dimana justru banyak didapatkan pearlite daripada ferrite yang menunjukkan bahwa daerah weld metal memiliki nilai kekerasan tertinggi dibandingkan dengan HAZ dan base metal. Perbedaan dari ketiga specimen tersebut teretak pada ukuran butir dimana dari daerah base metal, HAZ dan weld metal, pada specimen preheat 350?C lah ditemukan ukuran butir terbesar yang menunjukkan bahwa kekerasannya terendah bila dibandingkan pada preheat 120?C dan no preheat (temperature room). Pada specimen no preheat (temperature room) memiliki ukuran butir yang lebih kecil dibandingkan dengan yang lainnya. Kata-kata kunci : GTAW, preheat, struktur mikro, hardness test.


Abstract

Welding process is often applied to the fabrication process in a company. PT. Alstom Power ESI, one which operates in the field of energy generation with one of its products is the boiler and its parts, one superheater. Superheater related to working conditions, the welding is done giving a uniform mechanical properties in the parent metal, HAZ and weld metal. Due to the occurrence of non-uniform thermal cycles during the welding process, microstructure and mechanical properties also tend not uniform, so it needs to be done before welding or heat treatment called Preheat. The experiment begins with the preheat process variations (no preheat / room temperature, preheat 120?C, 350?C preheat) followed by GTAW welding process refers to the WPS (Welding Procedure Specification) and then performed the microstructure and Vickers hardness test. From the experimental results showed the non-preheat specimens (room temperature) has the highest hardness value compared to preheat 120?C followed by a preheat 350?C. The higher the preheat, the lower the hardness value. Among the base metal, HAZ and weld metal, weld metal part has the highest hardness value followed by HAZ and base metal. In terms of microstructure, the third area of base metal of the specimen are shown with ferrite many bright colors (gray tend to be white) than pearlitenya indicated by colors tend to be dark (black). This suggests that regional base metal hardness value is lower when compared to others. The opposite actually happened in the area where the weld metal more precisely than ferrite pearlite obtained which indicates that the area of weld metal has the highest hardness value compared to the HAZ and base metal. Differences of the three specimens are located in the grain size of the area where the base metal, HAZ and weld metal, preheat at 350?C specimen was found the largest grain size shows that the lowest hardness when compared to the 120?C preheat and no preheat (room temperature) . On specimen no preheat (room temperature) has a smaller grain size than the others. Key words: GTAW, preheat, microstructure, hardness test.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Mohammad Thoriq Wahyudi
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D3 - TEKNIK PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI KAPAL
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.